Presiden Prancis kunjungi Calais di tengah kontroversi penutupan kamp migran

Hak atas foto Getty
Image caption Rencana pembongkaran kamp migran yang dihuni sekitar 9.000 orang dikemukakan Hollande pada Sabtu (24/9) lalu.

Presiden Prancis, Francois Hollande, mengunjungi Pelabuhan Calais pada Senin (26/09) setelah beberapa hari lalu menetapkan rencana membongkar kamp migran yang dikenal dengan sebutan ‘Hutan’.

Di Calais, Hollande dijadwalkan bertemu dengan kepolisian, pejabat pelabuhan, dan sejumlah politikus. Hollande juga akan meresmikan perluasan kawasan pelabuhan. Namun, dia tidak direncanakan berkunjung ke kamp migran.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kawasan ‘Hutan’ di Pelabuhan Calais dihuni sekitar 9.000 orang.

Rencana pembongkaran kamp migran yang dihuni sekitar 9.000 orang dikemukakan Hollande pada Sabtu (24/9) lalu. Saat itu dia berjanji untuk “membongkar seluruh” ‘Hutan’ dan mendirikan “pusat orientasi dan penerimaan” para pencari suaka.

“Kami akan menyediakan penyambutan yang manusiawi dan bermartabat bagi orang-orang yang hendak mengajukan hak suaka,” kata Hollande.

Namun, barang siapa yang tidak diberikan suaka oleh pemerintah Prancis akan dideportasi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kawasan ‘Hutan’ di Pelabuhan Calais selama ini digunakan para migran dari berbagai negara sebagai titik tolak menyeberangi Selat Inggris.

Kawasan ‘Hutan’ di Pelabuhan Calais selama ini digunakan para migran dari berbagai negara sebagai titik tolak menyeberangi Selat Inggris. Mereka berharap bisa masuk ke Inggris dengan bersembunyi di antara truk-truk yang hilir mudik dari Prancis ke Inggris.

Namun, lantaran isu imigrasi dan migran menjadi topik kunci dalam pemilihan presiden tahun depan, Hollande berada dalam tekanan untuk menutup kawasan ‘Hutan’ meski dia belum secara resmi mencalonkan diri dalam persaingan pilpres.

Dari sayap kanan-tengah, salah satu yang gencar menyuarakan isu keamanan dan imigrasi adalah mantan Presiden Nicolas Sarkozy.

Sarkozy mengunjungi Calais, pekan lalu.

Berita terkait