Anggaran defisit, gaji PNS di Arab Saudi dipangkas

Khalid al Falih Hak atas foto AP
Image caption Gaji para menteri Saudi, termasuk Menteri Energi Khalid al Falih, akan dipangkas 20%.

Arab Saudi mengumumkan pemangkasan gaji dan tunjangan pegawai pemerintah, yang dinilai sebagai langkah dramatis di tengah upaya untuk mengatasi defisit anggaran.

Berdasarkan dekrit kerajaan, pemerintah akan memotong gaji menteri hingga 20%, membatasi tunjangan lembur, liburan, dan tunjangan-tunjangan lain bagi pegawai negeri sipil.

Sementara itu tunjangan perumahan, perabotan dan mobil untuk 160 anggota Dewan Syuro -semacam dewan konsultatif- dipotong 15%

Ada 30 wanita di Dewan Syuro yang para anggotanya diangkat oleh Raja Salman yang memiliki tugas antara lain memberikan masukan ke kabinet.

Ini untuk pertama kalinya gaji pegawai negeri sipil dipangkas. Sekitar 75% angkatan kerja di Saudi bekerja di kantor-kantor pemerintah.

Defisit anggaran tahun lalu di negara tersebut mencapai US$100 miliar, yang merupakan defisit terbesar dalam sejarah, yang memaksa pemerintah memangkas belanja dan mencari pos-pos baru untuk mendongkrak penerimaan.

Selain memotong gaji dan tunjangan, pemerintah juga tidak akan lagi menyediakan kendaraan untuk para pejabat senior.

Banyak pengguna media sosial di Saudi yang mengatakan kecewa dengan langkah pemerintah memotong gaji PNS. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka merindukan masa-masa sejahtera di bawah kepemimpinan Raja Abdullah.

Ekonomi Saudi masih sangat tergantung pada penerimaan dari sektor minyak.

Berita terkait