Anak-anak pendatang dari kamp Calais tiba di Inggris

Calais, jungle, rimba Hak atas foto EPA

Empat belas anak pendatang tiba di Inggris dari Calais, hari Senin (17/10), dan berkumpul dengan keluarga mereka.

Mereka termasuk dalam 100 anak yang akan dibawa oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris berdasarkan skema pendaftaran, sebelum kamp pengungsi 'Rimba' dibongkar.

Mereka terdiri dari anak-anak Afghanistan, Suriah, dan Bidun -kelompok yang tidak mempunyai status kewarganegaraan- yang berasal dari Kuwait.

Peraturan Uni Eropa memperbolehkan anak-anak tersebut untuk mencari suaka Inggris karena mereka mempunyai keluarga dekat yang tinggal di sana.

Berdasarkan peraturan, permohonan suaka harus dibuat di negara aman pertama yang dicapai seseorang, tapi permohonan suaka anak-anak dapat ditransfer ke negara lain jika mereka memiliki anggota keluarga yang tinggal di sana.

Hak atas foto Getty
Image caption Presiden Francois Hollande ingin membongkar kamp pendatang di Calais, Prancis.

Hukum Inggris juga membutuhkan pemerintah untuk mengatur pengalihan ke Inggris dan mendukung pengungsi anak-anak yang tak didampingi dari Eropa.

Setibanya di Inggris dari kamp pengungsi 'Rimba' di Calais, tugas pertama anak-anak tersebut adalah mendaftar di Kemendagri di Croydon.

Keluarga mereka akan menunggu di gereja-gereja terdekat yang telah dibuka untuk menggelar reuni.

Mantan uskup agung Canterbury, Rowan Williams, adalah salah satu dari beberapa pemimpin agama yang akan berada di sana untuk bertemu mereka.

Diperkirakan hingga 10.000 orang yang tinggal di 'Rimba', yang terletak di dekat pelabuhan Calais dan dekat dengan Terowongan Channel.

Banyak dari pendatang di Prancis utara mencoba untuk mencapai Inggris dengan menaiki truk lori sesaat mereka tiba di pelabuhan-pelabuhan atau terowongan tersebut.

Presiden Prancis, Francois Hollande, ingin memindahkan penduduk 'Rimba' ke pusat-pusat penerimaan pendatang di berbagai kawasan di Prancis, dan membongkar kamp pendatang tersebut.

Topik terkait

Berita terkait