Rusia hentikan pengeboman Aleppo karena alasan kemanusiaan

aleppo Hak atas foto AFP
Image caption Sebagian besar wilayah Aleppo hancur karena pengeboman.

Pesawat perang Rusia dan Suriah menghentikan serangan udara terhadap kota Aleppo, Suriah menjelang masa penghentian serangan karena alasan kemanusiaan pada hari Kamis (20/10), kata Rusia.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pengeboman dihentikan pada Selasa sore (18/10).

Rusia sudah mengumumkan penghentian serangan selama delapan jam dari 08:00 sampai 16:00 pada hari Kamis.

Shoigu mendesak pemberontak dan warga sipil di wilayah kota yang dikepung untuk menggunakan jeda kemanusiaan ini guna meninggalkan daerah itu.

Pesawat tempur Rusia menyerang daerah pemberontak di Aleppo, tidak lama sebelum mengumumkan penghentian hari Selasa, kata para pegiat.

Hak atas foto Reuters
Image caption Aleppo timur yang dikuasai pemberontak diserang pesawat tempur Suriah.

Satu keluarga dengan tiga anak tewas dalam pengeboman semalam, menurut kelompok pengamat Syrian Observatory for Human Rights yang bermarkas di Inggris.

Lebih 430 orang tewas dalam pengeboman baru-baru ini di daerah pemberontak, demikian dilaporkan.

Badan PBB mengecam rencana penghentian serangan karena alasan kemanusiaan pada hari Kamis, dengan menyatakan paling tidak diperlukan waktu selama 12 jam untuk membawa penduduk keluar dengan aman dari daerah yang dikepung.

"Kami menyambut penghentian apapun terkait perang, tetapi diperlukan penghentian (serangan) yang lebih panjang agar bantuan dapat disampaikan," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

Pengumuman permulaan Rusia dikeluarkan beberapa jam setelah 14 anggota keluarga dilaporkan tewas dalam sebuah serangan di Aleppo.

Hak atas foto AFP
Image caption Para penyelamat berusaha menolong anak laki-laki berumur 12 tahun yang terperangkap di puing-puing.

Penyelamat sukarela di Suriah mengatakan delapan anak-anak dan dua perempuan adalah di antara korban tewas akibat pengeboman sengit.

Rusia semakin dikecam negara-negara Barat karena serangkaian serangan di Aleppo timur yang dikuasai pemberontak. Amerika Serikat dan Uni Eropa mendesak dilakukannya penyelidikan kejahatan perang.

Moskow menyangkal tuduhan tersebut. Presiden Vladimir Putin menepisnya dengan mengatakannya sebagai sebuah "retorika" yang tidak berkaitan dengan kenyataan di Suriah.

Topik terkait

Berita terkait