Irak coba rebut Mosul dari ISIS, ribuan warga mengungsi

Mosul Hak atas foto AP
Image caption Jumlah warga yang meninggalkan Mosul diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari dan pekan ke depan.

Ribuan orang meninggalkan Mosul dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan makin gencarnya upaya militer Irak membebaskan kota tersebut dari kontrol kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Sekitar 5.000 orang menyeberangi perbatasan dengan Suriah dalam 10 hari terakhir, kata organisasi sosial Save the Children.

Mereka tiba di kamp pengungsi al-Hol yang dilaporkan kondisinya tak layak lagi untuk menjadi hunian sementara, selain juga sejatinya sudah tak mampu lagi menampung orang.

Kapasitas al-Hol hanya 7.500 orang namun hingga Rabu (19/10) sudah dihuni oleh 9.000 orang.

Relawan Save the Children mengatakan kamp pengungsi ini tak memiliki pasok air bersih dan kotoran manusia terlihat di banyak tempat.

Di Mosul diperkirakan masih ada 1,5 juta warga, sementara jumlah petempur ISIS sekitar 5.000 orang.

Para pejabat PBB mengatakan mereka bersiap menghadapi 'krisis kemanusiaan terburuk' dalam beberapa waktu terakhir.

'Tameng hidup'

Hak atas foto AP
Image caption Presiden Obama mengatakan warga yang meninggalkan Mosul harus dijamin keselamatannya.

Sejumlah kamp pengungsi tengah dibangun di selatan, timur, dan utara Mosul untuk mengantisipasi tingginya warga yang meninggalkan kota.

PBB memperkirakan jumlahnya mencapai 200.000 orang dalam beberapa hari dan pekan mendatang.

Pemerintah Irak mengatakan mungkin lebih aman bagi warga untuk tetap berada di dalam kota sementara operasi militer digelar. Mereka beralasan para petempur ISIS dikhawatirkan menanam ranjau di berbagai titik penting menuju luar kota.

Namun juga ada kekhawatiran ISIS akan menggunakan warga sebagai tameng hidup. Kekhawatiran lain adalah ISIS menyiapkan senjata kimia.

Beberapa warga Mosul yang dihubungi kantor berita Reuters melalui sambungan telepon membenarkan bahwa ISIS berusaha mencegah warga mengungsi dan memerintahkan warga menempati bangunan-bangunan yang diperkirakan menjadi sasaran serangan udara.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan harus dipastikan warga yang meninggalkan Mosul mendapat perlindungan.

Kalau tidak, ada kemungkinan ISIS akan dengan mudah kembali ke kota tersebut.

Topik terkait

Berita terkait