Apa arti gaya diplomasi Duterte bagi orang Filipina?

duterte Hak atas foto Getty
Image caption Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing.

Winston Churchill bukannya tidak pernah mengejek. Perdana menteri Inggris ini pernah dilaporkan mengolok pemimpin Perancis, Charles de Gaulle, sebagai seorang pria yang "menyerupai lama betina yang terkejut saat sedang mandi".

Kolonel Muammar Gaddafi terkenal buang angin terus menerus, paling tidak dalam satu wawancara televisi.

Tetapi sekarang ada ahli baru yang mencerminkan ketidaksopanan yang tidak diplomatis di panggung dunia.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat berbicara di depan para pejabat dan pengusaha Cina di Beijing, dipandang tidak berusaha menahan dirinya.

"Orang Amerika berisik, kadang-kadang gaduh," kata Duterte sebagaimana dilaporkan media. "Tenggorokan mereka tidak disesuaikan untuk berlaku sopan." Dan ini baru permulaan pidatonya.

Tidak mengherankan jika pernyataannya, termasuk pengumuman negaranya 'berpisah' dari Amerika Serikat, negara sekutu Filipina sejak lama, direspons sangat buruk.

Bagi para pejabat Cina, sampai ke Presiden Xi Jinping yang menyambut hangat Duterte di Lapangan Tiananmen hanya beberapa jam sebelumnya, tingkah laku Duterte seperti mendapatkan semua hadiah Natal sekaligus.

Untuk warga Amerika, hal ini hanya membuat mereka kebingungan.

"Tidak jelas bagi kami apa artinya, terkait semua akibatnya, jadi kami akan mencari kejelasan terkait dengan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS kepada para wartawan di Washington.

Hak atas foto Reuters
Image caption Duterte bertemu para pemimpin Cina pada hari Kamis (20/10).

Berbagai kemungkinan

Terdapat tiga kemungkinan. Pertama, yang diharapkan AS saat ini, bahwa ini semua hanyalah gertakan.

Bahwa Duterte yang berusaha membedakan diri dengan tuan rumahnya, berusaha menghibur dan itu berarti, kecuali langkah resmi memang diambil, semua orang mengetahui traktat perdagangan dan pertahanan dengan Amerika tetap berlaku.

Kemungkinan yang lebih serius adalah Duterte memang serius. Tersinggung karena kecaman AS terkait catatan hak asasi manusia dan meningkatnya kekuatan militer dan ekonomi Cina, pernyataannya kemungkinan mengisyaratkan suatu hal nyata dan substantif terkait dengan perubahan kebijakan luar negeri.

Kapal Cina saat ini menduduki Scarborough Shoal yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Meskipun Mahkamah Internasional menyatakan Filipina pihak yang menang, keputusan tersebut kemungkinan besar tidak akan mengubah keseimbangan kekuasaan.

Dan Filipina sudah pasti memerlukan akses ke pasar dengan 1,3 miliar konsumen di dekatnya.

'Ikan saya milik Anda'

Tetapi terdapat kemungkinan ketiga yang lebih rumit, bahwa Duterte menginginkan semuanya. Dia melibatkan diri dalam permainan kekuasaan mengadu AS dengan Cina.

Ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir bahwa presiden Filipina harus berhati-hati dalam menangani hubungan negara dengan kedua adi kuasa.

Image caption Duterte telah menyatakan akan menjalin hubungan erat dengan Cina.

Terdapat sejumlah usaha melibatkan Cina di masa lalu dengan harapan ditinggalkannya prinsip sengketa wilayah agar meraih keuntungan bersama lewat pengaturan berbagi sumber daya di wilayah sengketa.

"Ikan saya adalah ikan Anda," kata Duterte kepada TV pemerintah Cina menjelang lawatan minggu ini.

Tetapi pendekatan ini memerlukan kerja diplomatik yang canggih dan, kita kemungkinan berpikir, diperlukan pemilihan kata dengan hati-hati.

Hak atas foto EPA
Image caption Duterte tidak berusaha melindungi hak nelayan Filipina saat mengunjungi Cina.

Yang semakin membingungkan adalah Duterte, meskipun sebelumnya berusaha menenangkan, sepertinya tidak berusaha membawa masalah hak mengambil ikan nelayan Filipina yang saat ini dikeluarkan dari wilayah tradisional mereka di sekitar Scarborough Shoal.

Di negaranya sendiri, pemerintahannya juga terlihat berjuang untuk memahami secara pasti strategi Duterte. Menteri perdagangannya menegaskan tidak terdapat pemisahan hubungan resmi dengan AS.

Pejabat lain meminta para wartawan untuk tidak berusaha "mengartikan" pernyataan presiden tetapi menunggu saat dia kembali ke Manila.

Apakah geopolitik Asia akan berubah sama sekali? Atau apakah kita seharusnya berhati-hati untuk membaca terlalu jauh serangkaian ejekan dan ketidaksopanan?

Meskipun Churchill sempat mengejek de Gaulle sebelumnya, Inggris dan Prancis tetaplah sekutu, meskipun bukanlah sahabat akrab. Dan kemungkinan Amerika Serikat dan Filipina juga akan mengalami hal yang sama.

Topik terkait

Berita terkait