Tim kampanye Donald Trump akui tertinggal dari Hillary Clinton

Donald Trump Hak atas foto AP
Image caption Pada Jumat, Trump menyampaikan pengakuan yang selama ini jarang dikatakan bahwa dia mungkin kalah.

Tim kampanye Donald Trump mengakui kandidat presiden dari partai Republik ini tertinggal dari saingannya Hillary Clinton dua pekan sebelum pemungutan suara pada 8 November mendatang.

Pernyataan itu disampaikan menyusul hasil sejumlah jajak pendapat pada Minggu (23/10) memperlihatkan Clinton unggul atas Trump di negara-negara bagian penting, yang suaranya diperebutkan kedua calon presiden ini.

"Kami berada di belakang. Dia memiliki sejumlah keunggulan," kata manajer tim kampanye Trump, Kellyanne Conway, dia menambahkan: "Kami tidak menyerah. Kami mengetahui bahwa kami dapat memenangi ini." kata dia.

Pada Jumat, Trump menyampaikan pengakuan yang selama ini jarang dikatakan bahwa dia mungkin kalah.

Jajak pendapat menunjukkan Hillary Clinton unggul di tingkat nasional dan sejumlah negara bagian.

Dalam kampanyenya, Hillary Clinton memperkirakan pemilihan presiden ini akan menjadi "pemilu yang terbesar dalam sejarah Amerika".

Manajer kampanyenya Robbie Mook mengatakan kepada Fox News Sunday: "Lebih banyak orang yang akan memilih dibandingkan senbelumnya."

Dalam jajak pendapat di basis Partai Republik seperti Utah dan Arizona menunjukkan negara bagian ini mungkin mendukung calon dari Demokrat untuk pertama kali dalam beberapa dekade terakhir.

Hasil itu mengubah peta pemilih yang mendoorng tim Clinton mengeser strategi mereka, yang mengucurkan dana untuk membantu Demokrat dalam pemilihan DPR dan Senat.

Clinton mengatakan dia tidak akan merespon Trump lagi dan akan menghabiskan waktu untuk "menekankan pentingnya memilih Demokrat dalam surat suara".

Topik terkait

Berita terkait