Seandainya saya menjadi Ketua Umum PSSI

Anak-anak main bola di lahan kosong di Jakarta
Image caption Apakah bakat anak Indonesia asli sudah cukup atau perlu naturalisasi pemain?

Komite Normalisasi PSSI, mulai Selasa 12 April, membuka pendaftaran calon ketua umum PSSI untuk periode 2011-2016.

Diperkirakan orang-orang berlatar belakang politik dan militer juga akan mewarnai perebutan posisi nomor satu di organisasi yang mewadahi olahraga terpopuler di Indonesia tersebut.

Pada hari pertama, politisi yang juga pengurus klub sepakbola di daerah, Habil Marati, resmi mencalonkan diri.

Calon lain yang juga mendaftar adalah mantan ketua Badan Tim Nasional PSSI, Rahim Soekasah, dengan mengandalkan pengalamannya dalam membina sepakbola Indonesia.

"Saya tidak punya background partai politik. Saya background hanya orang olahraga. Jadi moga-moga kalau saya terpilih, saya akan kembali menormalkan kondisi dan suasana PSSI," tutur Rahim.

Bagaimanapun kehadiran politisi atau militer di panggung sepakbola nasional seharusnya tidak menjadi masalah, seperti dijelaskan wartawan senior sepakbola, Yesayas Oktavianus.

"Kita tidak bisa menutup mata bahwa selama ini atau sebelum ini, dari kalangan milter sudah memperlihatkan bahwa merekapun juga sanggup dalam memimpin PSSI," katanya kepada BBC Indonesia.

Tapi bagaimana jika anda juga ikut mencalonkan diri?

Mungkin agak sulit karena jelas dibutuhkan sejumlah persyaratan, antara lain anggota PSSI, berusia di atas 30 tahun, dan tidak pernah terlibat masalah kriminal.

Tapi Forum BBC Indonesia membuka peluang seandainya anda yang menjadi Ketua Umum PSSI.

Apa program yang anda akan siapkan untuk meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia?

Apakah anda setuju dengan perekrutan pemain asing lewat proses naturalisasi untuk memperkuat Timnas PSSI?

Mungkin anda yang amat yakin dengan bakat-bakat pemain Indonesia namun sistem pembinaan yang tidak memadai membuat bakat-bakat itu tidak pernah terwujud.

Apakah anda akan memilih para pengurus yang memiliki latar belakang sepakbola saja atau menurut anda saat ini masih diperlukan juga bantuan dari para politisi atau perwira militer?

Kami tunggu pendapat anda, saran anda, atau kebijakan anda di Forum BBC Indonesia, yang juga akan disiarkan Senin pagi.

Segera kirimkan ke indonesia@bbc.co.uk atau gunakan telepon bebas pulsa BBC 0800 140 1228 yang dibuka setiap Senin-Jumat, Pukul 16.00-20.00 WIB.

Ragam pendapat

"Saya akan menghidupkan kompetisi secara berjenjang dari kelompok usia dini sampai kelompok usia U-23, yang dapat menjadi sumber bibit pemain nasional yang profesional. Kalaupun harus naturalisasi, maka harus yang benar-benar kualitas tinggi. Pengurus diutamakan yang paham manajemen bola profesional, sehingga dapat mengembangkan kompetisi yang berkualitas, setidaknya setara Jepang sebagai barometer awal. Merangkul semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk menjadikan Indonesia dengan negara yang sepakbolanya berkelas dunia." Dodo Sumawijaya, Garut.

"Kalau saya Ketum PSSI, maka saya tidak akan melakukan naturalisasi pemain asing lagi. Saya akan fokus mencari bibit di Indonesia timur, datangkan pelatih yang bagus, dan juga akan fokus ke pembinaan usia dini. Miris rasanya dengan jumlah penduduk 237 juta, tapi tidak bisa membentuk Timnas yang andal" Ariany, Cimahi.

"Setuju sangat, masak dari 250 juta buat main bola saja sampai harus impor terus sih." Fur Qon M, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Betul. Jaman masa orde baru tidak ada naturalisasi. Buktinya Korsel kalah di kualifikasi Piala Dunia 1986 lawan Timnas Indonesia. Zaman reformasi lawan "bumbu dapur" Laos saja kita pernah kalah. Naturalisasi malah bikin pemain lokal jadi malas ngejar bola di lapangan. Iyalah wong pemain asing bayarannya lebih mahal." Syahreza, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Naturalisasi pemain asing hanya bersifat sementara, sebab sangat banyak pemain berbakat di Indonesia sendiri yang layak masuk Timnas Indonesia, asalkan mereka diberi kesempatan dan ditangani oleh pelatih berkualitas, maka tak perlu lagi ada program naturalisasi." Nugroho Santoso, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Setuju sekali, daripada mengimpor pemain-pemain asing, ambil anak-anak dari Sabang sampai Murauke dan sejak dini digembleng agar kesebelasan andalan benar-benar berwarna Indonesia." Sri Asiyati, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Pembinaan jangka panjang. Fokus kepada pembinaan pemain muda yang berkelanjutan dan dipermanis dengan iklim kompetisi yang berkualitas tanpa ada unsur 'penyimpangan." Dion Aviantoro, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Saya akan menghapus Liga Primer Indonesia, karena orang-orang di balik LPI yang membuat kekacauan sepakbola di Indonesia." Jhon Jagur Castro, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Saya akan melakukan modernisasi dan profesionalisme sepak bola sehingga klub-klub bisa terbebas dari APBD. Saya juga akan menggandeng pihak terkait untuk memajukan PSSI, seperti pemerintah atau Menegpora, BUMN, swasta untuk mewujudkan hal tersebut. Dan jika dalam tiga tahun kepengurusan saya, Timnas tak juara Asia tenggara, maka saya akan mengundurkan diri. Transparansi menjadi ciri khas." AG Paulus, Purwokerto.

Lihat tema-tema Forum BBC Indonesia sebelumnya.

Berita terkait