WNI kembali menjadi korban penembakan polisi Malaysia

Terbaru  13 September 2012 - 21:25 WIB
Polisi Malaysia

Kepolisian dikecam dalam kasus-kasus penembakan dengan dalih aksi kriminal.

Empat warga negara Indonesia dipastikan tewas ditembak oleh polisi Malaysia karena dituduh terlibat perampokan seorang warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia.

Mereka ditembak di Ipoh, Perak pada (06/09) lalu namun berita penembakan ini baru merebak belakangan.

Polisi Diraja Malaysia tidak menemukan identitas pada mereka saat kejadian tetapi kemudian mendapati identitas mereka dari sidik jari para korban.

"Sidik jari mereka itu tercatat di kepolisian Malaysia karena tiga di antaranya pernah melakukan pembunuhan pada tahun 2003, 2004 dan 2005," kata Atase Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Suryana Sastradiredja kepada BBC Indonesia pada Kamis (13/09).

Berbagai kelompok perlindungan pekerja migran menyayangkan pemerintah Indonesia yang dianggap bersikap lunak terhadap polisi Malaysia dalam kasus-kasus penembakan terhadap warga Indonesia.

"Siapapun mereka dan apa pun latar belakangnya si WNI ketika polisi melakukan salah prosedur itu harus dipersoalkan. Polisi Malaysia pernah melakukan dan mengatakan hal yang sama pada kasus sebelumnya," kata Direktur Migrant Care, Anis Hidayah.

April lalu, Kepolisian Diraja Malaysia juga menembak mati tiga WNI yang dituduh berniat merampok.

Para pegiat HAM setempat menyebut penembakan dengan dalih aksi kriminal, yang kemudian dianggap tidak terbukti, sudah beberapa kali terjadi sebelumnya pada tahun 2005, 2009, dan 2010.

Komentar Anda

"Siapapun mereka dan apa pun latar belakangnya si WNI ketika polisi melakukan salah prosedur itu harus dipersoalkan."

Anis Hidayah

Bagaimana pendapat Anda tentang penembakan WNI oleh kepolisian Malaysia?

Bagaimana seharusnya sikap dan tindakan yang perlu ditempuh pemerintah Indonesia?

Apakah pemerintah mestinya lebih keras menuntut penjelasan dan pertanggungjawaban dalam kasus-kasus seperti ini?

Apakah pemerintah Indonesia semestinya lebih mengedepankan prinsip hak asasi manusia dalam menghadapi tindakan kepolisian Malaysia?

Partisipasi Anda kami nantikan untuk Forum BBC Indonesia di radio yang disiarkan setiap Kamis pukul 18:00 WIB dan online BBCIndonesia.com.

Tulis komentar Anda di kolom yang disediakan di bawah ini.

Sertakan nama dan asal kota Anda. Jangan lupa cantumkan nomor telepon bila Anda bersedia dihubungi BBC apabila komentar Anda terpilih.

Ragam pendapat

"Sebagai warga negara Indonesia tentu saya sangat prihatin atas maraknya kejadian tersebut. Menurut saya, di satu sisi diplomasi kita sangat lemah hingga kejadian seperti itu terus terulang."

Zainul, Banjarmasin

"Untuk kejadian penembakan ini, apabila memang mereka bersalah, saya mengganggap wajar saja, asalkan mereka memang melakukan perlawanan. Tetapi untuk kasus tidak jelas, menembak mati WNI, tinggal 1 saja pertanyaan ke Malaysia, "Maunya Apa?" Indra, Malang.

"Tidak bisakah seperti Filipina? Presiden turun langsung mengurus warganya di luar negeri." Cepi Danigara, BBC Indonesia di Facebook.

"Setiap kali dicurigai sebagai perampok, mesti disikat habis tanpa ada yang dibiarkan hidup. Ini adalah salah satu cara untuk mengurangi warga Indonesia yang ada di Malaysia." Ryan Ady Soepraptoe, BBC Indonesia di Facebook.

"Apa sudah jadi dengan pemerintah Indonesia yang tidak tegas membela nasib warga negaranya di luar negeri. Walaupun mereka bersalah tidak sewajarnya mereka langsung ditembak mati karena setiap kriminal ada undang-undangnya." Hafzah, Kuala Lumpur.

"Ini akibat kurangnya perlindungan hukum dari KBRI untk WNI/TKI yang berada khususnya di Malaysia, selalu TKI yang jadi korban dari segala segi. Buat bapak pejabat pemerintahan Indonesia agar lebih serius menangani kasus-kasus yang menimpa WNI di sana, padahal mereka pejuang-pejuang devisa terbesar untuk Indonesia." Rony Silalahi, Batam.

"Kepada pemerintah Indonesia terutama kepada Pak SBY, jangan terlalu mengalah sama Malaysia yang selalu buat masalah terhadap Indonesia." Rizal Wahyudi, Probolinggo.

"Pemerintah Indonesia tidak tegas membela warga negaranya, namun lebih suka tampil untuk membela orang lain atau bangsa lain sebagai contoh kasus di Myanmar, Palestina. WNI yang mengalami berbagai persoalan di Arab, dan Malaysia di biarin. Kalaupun ada, tidak pernah tuntas." S.Salawane, Ambon.

"Sebagai warga negara Indonesia tentu saya sangat prihatin atas maraknya kejadian tersebut. Menurut saya, di satu sisi diplomasi kita sangat lemah hingga kejadian seperti itu terus terulang. Di sisi lain, meskipun warga kita terbukti bersalah, apakah PDRM dalam setiap melumpuhkan mereka harus dengan menembak mati? Jadi dua sisi ini penting untuk kita cermati dan pelajari. Jika hal tersebut sudah terlaksana dengan baik, kita bisa ambil tindakan kongkrit berupa pengawalan kasus sampai tuntas termasuk melakukan intelijen untuk mengantisipasi kemungkinan pemerintah Malaysia melindungi aparatnya. Jika terbukti demikian, kita harus intervensi mereka agar kita punya wibawa." Zainul, Banjarmasin.

"Saya kira apapun kewarganegaraan seseorang kita harus melihat dahulu apa yang di lakukannya, apakah yang dilakukannya baik atau buruk. Jika dalam kasus perampokan ini jelas merupakan tindakan melawan hukum di negara lain jelas langkah yang diambil Polis Diraja Malaysia sudah tepat. Sekarang kita tunggu saja apa yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam hal membantu warganya yang bekerja di Malaysia, ataupun pelajarnya. Pemerintah harus memiliki nota kesepahaman dalam hal ini mampu mengutamakan hak-hal warganya di luar negeri khususnya Malaysia." Andreas, Jakarta.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.