Apakah Aceh lebih baik setelah tsunami dahsyat?

Warga Banda Aceh Hak atas foto AP
Image caption Sejumlah warga Banda Aceh menyelamatkan diri ketika terjadi tsunami 2004.

Proyek rekonstruksi dan rehabilitasi senilai US$6,7 miliar mampu menyulap Aceh dalam waktu lima tahun sehingga sisa kehancuran akibat begitu gempa dan tsunami pada 2004 jarang dijumpai secara fisik.

Jalan-jalan lebar dan mulus, sekolah-sekolah berdiri megah. Begitu pun pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit.

Ada 195.726 usaha kecil dan menengah menerima bantuan.

Namun besarnya dana yang deras mengalir selama lima tahun pertama pasca bencana itu tidak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sesudah masa rekonstruksi.

Apakah Aceh sekarang lebih baik?

Apakah Aceh telah belajar dari bencana dahsyat itu, misalnya dari segi kesadaran warga akan bencana?

Hal-hal apa saja yang dapat dipetik dari bencana skala besar itu?

BBC Indonesia menunggu komentar Anda untuk Forum yang akan disiarkan di Radio BBC, siaran pukul 18.00 WIB pada Kamis (25/12), atau sehari menjelang peringatan 10 tahun tsunami.

Komentar Anda akan melengkapi format diskusi Forum BBC Indonesia di Banda Aceh mengenai topik di atas.

Sampaikan pendapat Anda di kolom yang tersedia atau lewat email: indonesia@bbc.co.uk.

Terima kasih atas partisipasi Anda.

Komentar Anda

"Alhamdulillahirrabilalamiin. Selaku warga Atjeh saya Bunda Nafasya ,mewakili seluruh keluarga besar Said Taufik Isa Quraisy mengucapkan terima kasih kepada "Dunia Internasional" yang telah memberikan banyak bantuan baik finansial maupun dukungan moral sehimgga masyarakat Atjeh dapat hidup normal kembali.Salam cinta buat Dunia." Bunda Nafasya.

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Uzair, Muksal Mina, Yelli Sustarina dan Wildan Iena Yuwa sepakat Aceh lebih baik sekarang dari segi infrastruktur.

"Ketika masa rehab rekon 2005-2008 perekonomian Aceh membooming, bergeliat sangat besar. Rumah toko, gedung dibangun tak pernah dibayangkan sebelumnya. Pasar toko dipusat kota Banda Aceh selalu ramai. Harian berbahasa Inggris seperti Jakarta Post yang dahulu tak pernah ada di rak penjual koran laku keras. Lampu kamar hotel selalu banyak yang hidup. Sekarang, toko banyak yang jadi rumah hantu karena over-build, hotel hanya untuk acara pemerintahan, dahulu kontraktor yang kaya raya sekarang mulai menjual satu persatu mobilnya. Itulah Aceh dahulu dan sekarang." Sarwo Edhi.

"Waktu tahun-tahun awal setelah tsunami, sering diadakan simulasi, terutama di sekolah-sekolah. Tapi setelah beberapa tahun kemudian, waktu saya masuk kuliah tahun 2010 sudah jarang. Yelli Sutarina, Banda Aceh.

"Tsunami bencana alam yang maha dahsyat yang melanda Aceh, namun di balik musibah tersebut Allah menurunkan Rahmat-Nya di bumi Serambi Mekkah tersebut,Setelah tsunami mata dunia international tertujuh ke Aceh,perdamain antara GAM & Republik Indonesia terealisasi denga baik, namun semua itu masih saja dijadikan celah oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.Tetapi sekarang Aceh jauh lebih baik & lebih maju." Anwar Fuadi.

"Alhamdullilah banyak perubahan dan kemajuan khususnya di sektor infrastruktur dan perkembangan ekonomi masyarakat. Cuma banyak hal negatif juga yang timbul setelah pasca tsunami." Suhaimy Jaswary.

Your contact details
Disclaimer

Berita terkait