Dampak penurunan harga minyak

Pengeboran minyak Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah negara produsen minyak mengalami defisit anggaran karena harga minyak turun.

Harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan, bahkan menyentuh rekor terendah selama lima tahun terakhir pada US$57 per barel.

Harga tersebut adalah harga minyak Brent yang menjadi patokan harga minyak dunia.

Sejumlah analis mengatakan penurunan minyak seharusnya membantu menurunkan harga energi di kalangan konsumen, misalnya listrik dan bahan bakar.

Efek turunan lainnya adalah kemungkinan menurunkan harga bahan-bahan pokok karena ongkos transportasi seyogyanya juga ikut berkurang.

Bagaimana tanggapan Anda?

Bagaimana dampak penurunan harga minyak bagi kebutuhan sehari-hari?

Apakah ongkos angkutan akan ikut turun setelah pemerintah Indonesia menurunkan harga premium Rp900 menjadi Rp7.600 per liter dan solar turun Rp250 menjadi Rp7.250 per liter mulai Kamis (01/01)?

BBC Indonesia menunggu komentar Anda untuk Forum yang akan disiarkan di Radio BBC, siaran pukul 05.00 WIB pada Kamis (08/01).

Sampaikan pendapat Anda di kolom yang tersedia atau lewat email: indonesia@bbc.co.uk.

Komentar Anda

"Seandainya jika pemerintah Indonesia tidak menaikkan BBM pada waktu itu dengan alasan pengalihan subsidi, seharusnya rakyat Indonesia sudah bisa menikmati penurunan kenaikan BBM sebanyak dua kali, yaitu pertama pada saat harga minyak rendah di mana pemerintah malah menaikkan BBM, dan kedua saat ini pada saat harga minyak dunia turun pada tingkat terendah." Handoko, Deli Serdang.

"Sebagai PNS pangkat IV dengan masa kerja 26 tahun, naik turunnya harga BBM bagi saya tidak masalah, saya syukuri semua: keluar kota naik kereta ekonomi yang tahun ini naik 100% harga tiketnya, angsuran bank dan kredit lainnya tetap stabil, kuliah anak di PTN SPP-nya tidak naik, makan minum semua cukup karena bahn pokok tersedia, walau istri minta naik tapi cuma 10 % per minggunya, simbok pembantu saya yang sudah ikut saya 20 tahun pun selalu rajin walau honornya belum naik karena saya perlakukan seperti keluarga kandung, jasa praktek umum saya juga tidak naik, karena subsidi silang bagi yang mapan terhadap mereka yang papa, jadi tak perlu terlalu risau dengan masalah BBM, syukuri semua yang kita miliki." AG Paulus, Purwokerto.

Kenaikan BBM sebenarnya adalah Rp1.100 dari harga lama Rp6.500. Jadi Rp7.600 bukan penurunan dari Rp8.500 jadi Rp7.600, artinya pengaruhnya terhadap kebutuhan pokok tidak terlalu signifikan sebab dengan mengikuti harga minyak dunia bisa saja nanti naik jadi Rp8.500 lagi." Ari Dian, Klaten.

"Pedagang pada aneh. Kalau ada berita BBM mau naik harga barang sudah dinaikan duluan tapi kalau BBM turun harga barang tidak mau turun." Watini Kidi, Sarawak, Malaysia.

"Sebenarnya harga BBM jenis premium bukan turun, tapi harga naiknya berkurang dari Rp2.000 menjadi Rp1.100, dari harga BBM yang awalnya Rp.6.500/liter menjadi Rp.8.500 /liter dan akhirnya dikurangkan menjadi Rp.7.600/liter." Muksalmina Mta, Aceh.

"Dalam kasus menurunkan ongkos angkutan umum itu tidak bisa hanya mengacu pada harga minyak, ini dikarenakan dampak dari kenaikan harga minyak yang lalu sudah menyebabkan kenaikan bukan hanya di ongkos angkutan umum tapi juga akan kebutuhan pokok, jika kebutuhan pokok tidak menurun maka saya rasa ongkos angkutan umum juga tidak akan menurun. Penurunan harga minyak ini juga berlangsung cepat, bisa saja harga minyak akan naik lagi dan itu akan menyebabkan masalah jika sebelumnya angkutan umum menurunkan ongkosnya. Mungkin itu menjadi acuan bagi angkutan umum untuk tidak menurunkan harga." Egi, Sanggau, Kalimantan Barat.

"Secara logika turunnya harga BBM akan berakibat turunnya harga-harga produk yang ada kaitannya dengan BBM. Seperti ongkos angkutan, harga produk pertanian, harga produk pabrikan dan lain-lain. Tetapi pada kenyataannya harga-harga tersebut tidak akan turun lagi seperti pada kejadian kenaikan harga-harga menjelang hari-hari raya." Prombang , Bandung.

Your contact details
Disclaimer

Berita terkait