Kasus Ahok: Ketua umum FPI Rizieq Shihab datangi Bareskrim

FPI, Rizieq Shihab Hak atas foto AFP
Image caption Ketum FPI, Riziek Shihab, saat diadili dalam sebuah kasus di Pengadilan Negeri Jakarta, 30 Oktober 2008.

Ketua umum FPI Rizieq Shihab mendatangi Bareskrim Polri untuk menyampaikan keterangan sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari, Rizieq mendatangi Bareskrim sehari menjelang unjuk rasa yang digalang oleh Front Pembela Islam, FPI - organisasi yang dipimpinnya - untuk menekan agar Ahok segara diproses penyelidikan hukumnya.

"Sebagaimana seringkali kami sampaikan Ahok telah melakukan penistaan agama," kata Rizieq kepada wartawan sebelum memasuki ruangan penyidik Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (03/10).

Didampingi para pimpinan FPI serta para pendukungnya, Rizieq yang mengenakan kemeja serta penutup kepala warna putih tiba sekitar pukul 13.00 WIB.

"Presiden tidak boleh melindungi dan membela penista agama," ujarnya, setengah berteriak. "Jika presiden melindungi dan membela penista agama maka presiden melakukan pelangaran konstitusi, " katanya lagi.

Dia mendesak agar status Ahok ditingkatkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Menanggapi desakan Rizieq, kepolisian mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

"Ini masih dilakukan penyelidikan apakah ada (unsur) pidana atau tidak ini masih penyelidikan," jelas Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

Ahok akan diperiksa Senin, 7 November

Kabareskrim menyebutkan pemeriksaan Rizieq hari ini karena dia merupakan saksi ahli agama dari pihak pelapor.

"Dari habib sendiri (kita ingin mengetahui) apa sih yang menjadi keberatan, serta dasar ketersingunggungannya di mana?" kata Ari Dono di hadapan wartawan.

Menurutnya, Rizieq membawa kitab Alquran dan sejumlah yang jumlahnya banyak. "Dia akan menyampaikan referensinya," jelas dia.

Sedikitnya sembilan orang dan lembaga telah melaporkan Ahok terkait pernyataannya di hadapan warga di Kepulauan Seribu, September 2016 lalu, yang isinya dianggap menista Alquran dan ulama.

Hak atas foto AFP
Image caption Berulangkali Ahok menyatakan tidak ada niat untuk menista agama Islam. Dia juga telah memintaa maaf apabila pernyataannya itu dianggap menyinggung umat Islam.

Berulangkali Ahok menyatakan tidak ada niat untuk menista agama Islam. Dia juga telah memintaa maaf apabila pernyataannya itu dianggap menyinggung umat Islam.

Polisi mengatakan pihaknya masih akan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Sampai hari ini polisi telah memeriksa 22 saksi termasuk Ahok, dan tujuh diantanya saksi ahli. Dan kita akan kembali memeriksa Ahok pada Senin (07/11) mendatang," kata Ari.

Topik terkait