Gempa Aceh: Mencari korban di tengah warga yang terus berkerumun

Aceh Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Alat-alat berat digunakan untuk membongkar reruntuhan sebuah pasar di Meureundeu -tak ditemukan korban baru sejauh ini.

Sebanyak tujuh eskavator tampak bekerja mengangkut puing-puing reruntuhan Pasar Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Di lokasi inilah sedikitnya 15 jenazah ditemukan tim penyelamat, pada Rabu (07/12), seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Namun, meski disokong alat canggih seperti sonar dan mendapat bantuan alat berat dari TNI dan berbagai BPBD, Kamis (08/12), tim darurat belum menemukan korban lagi di lokasi itu.

"Medannya sangat sulit dan puing-puingnya padat menekan, tidak tercerai berai. Apalagi banyak masyarakat datang berkerumun," kata Pandawa, koordinator tim pencarian korban dari Basarnas.

Selain puluhan personel TNI, suasana di sekitar pasar memang penuh kerumunan massa. Mereka antusias menyaksikan jalannya pembersihan puing-puing pasar. Jalan ke lokasi bencana pun padat dengan kendaraan warga sekitar yang ingin menonton sehingga ambulans dan truk pengangkut bantuan tersendat.

Betapa pun, datangnya alat-alat berat ini diakui sangat membantu proses pencarian dan penyelamatan korban. Sebelumnya, di hari pertama penyelamatan sesudah gempa mengguncang, Rabu (07/12), regu penyelamat hanya didukung tiga ekskavator.

"Saat itu kami kesulitan menembus puing-puing yang menimbun para korban, karena ini adalah reruntuhan pasar dua lantai," ujar Pandawa.

Berdasarkan data BNPB, jumlah korban sudah mencapai 102 orang tewas, 700-an luka-luka dan 3.267 masyarakat mengungsi akibat gempa 6.5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireueun. Banyaknya masyarakat yang mengungsi dikarenakan rumah mereka mengalami kerusakan dan sebagian besar tidak mungkin lagi untuk ditempati.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Masyarakat umum selalu berkerumun sehingga upaya pencarian kerap terganggu.

Memasuki hari ke-2, puing-puing reruntuhan sudah mulai dibersihkan untuk memperlancar jalur transportasi. Kerusakan akibat gempa ini tercatat 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, 5 ruko rusak ringan, 429 rumah rusak (348 rusak berat, 42 rusak sedang, 39 rusak ringan), 14 Masjid rusak berat, 6 unit Musholah/meunasah rusak, 1 unit bangunan RSUD Pidie rusak berat, 1 unit bangunan Kampus STAI AL-Azziziyah Mudi Mesra Roboh, 3 unit bangunan pesantren rusak.

Pukul 15.00 WITA, Presiden dan rombongan akan menuju Banda Aceh dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. "Saya akan ke Aceh sekarang," ucap Presiden menjawab pertanyaan jurnalis tentang keberangkatan ke Aceh di GOR Lila Bhuana.

Presiden berangkat dari Bali

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dan rombongan sudah bertolak dari Bali menuju Banda Aceh.

Rombongan presiden bertolak dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada pukul 15.00 WITA, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

"Saya akan ke Aceh sekarang," kata Presiden kepada wartawan sebelum berangkat ke bandara.

Ia menegaskan, sudah mengirim tim ke lokasi sejak kemarin.

"Saya sudah memerintahkan kepada Kepala Staf Kepresidenan. Saya perintahkan juga kepada Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB untuk semuanya terjun. Karena setiap jam yang saya ikuti, korbannya terus bertambah," katanya.

Berita terkait