Massa FPI datangi Mabes Polri, Kapolda Jabar siap dicopot

fpi Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Pimpinan FPI menggelar orasi di depan Mabes Polri Jakarta.

Lebih dari seribu anggota Front Pembela Islam, FPI, menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/01), menuntut agar Mabes Polri mencopot Kapolda Jawa Barat dari jabatannya.

Dalam orasinya, pimpinan FPI menganggap Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan telah membiarkan bentrokan antara pihaknya dengan ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, GMBI, Bandung, pekan lalu.

Seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Mehu Sitepu, dari lokasi unjuk rasa, anggota FPI telah memadati ruas jalan di depan Mabes Polri, setelah berjalan kaki dari masjid al-Azhar.

Sekitar pukul 12.00 WIB, pimpinan FPI Rizieq Shihab berorasi menuntut Kapolri untuk menurunkan Kapolda Jabar dari jabatannya.

"Kami akan laporkan Kapolda Jawa Barat karena telah mengerahkan preman untuk menyerang umat Islam," kata Rizieq dalam orasinya.

Dalam orasinya, Rizieq juga mengungkap sejumlah permasalaahan yang akan dilaporkan kepada kepolisian.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Massa FPI menuntut agar Mabes Polri merespon tuntutan agar Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya.

Seperti diketahui, massa FPI terlibat bentrokan dengan anggota ormas Gerakan Masyarakat Bawah (GMBI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/01) pekan lalu.

Bentrokan ini terjadi usai pemeriksaan pimpinan FPI Rizieq Shihab oleh Polda Jawa Barat karena dirinya dituduh melecehkan Pancasila.

Aksi kekerasan ini berlanjut dengan perusakan dan pembakaran kantor GMBI di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (13/01) dini hari.

Kepolisian Bogor sejauh ini telah menangkap sejumlah orang yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran kantor ormas tersebut.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Aparat kepolisian dikerahkan untuk melakukan penjagaan dan pendekatan khusus kepada peserta unjuk rasa

Kepada media, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengakui dirinya adalah pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan beberapa organisasi masyarakat lainnya.

"Bukan hanya satu, tapi banyak‎. Tetapi saya membina mereka agar mereka beradab," kata Anton di markas Polda Jawa Barat, Bandung, Jumat (13/01) lalu.

Tentang tuntutan FPI agar dirinya dicopot dari jabatannya, Anton mengaku tidak memasalahkannya:

"Silakan, saya diusulkan mau dicopot juga tidak jadi masalah," tegasnya. "Saya ke sini bukan mencari jabatan, tapi saya ke sini untuk membuat masyarakat Jawa Barat aman. ‎Yang penting tindakan saya prosedural‎."

Di tempat terpisah, Kepala Biro penerangan masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila ada anggota Polri yang memimpin dalam ormas.

"Pimpinan, pembina, atau ketua perkumpulan dari anggota kepolisian diperbolehkan dari pangkat terendah sampai tertinggi. Babinkamtibmas itu juga banyak diminta menjadi ketua perkumpulan-perkumpulan, tidak ada masalah," kata Rikwanto, Sabtu (14/01).

Berita terkait