Janda tentara AS: 'Pernyataan Presiden Trump membuat saya menangis'

Myeshia Johnson Hak atas foto Getty Images
Image caption Myehia Johnson mencium peti jenazah suaminya pada upacara pemakaman di Hollywood, Florida.

Janda seorang tentara AS yang gugur mengungkap bahwa Donald Trump tidak dapat mengingat nama suaminya ketika sang presiden menelepon untuk menyatakan belasungkawa.

Myeshia Johnson, janda dari Sersan La David Johnson, berkata kepada ABC News bahwa Trump "bicara terbata-bata" dan nada bicaranya "membuat saya menangis".

Namun Presiden Trump mengatakan bahwa ia mengucapkan nama Sersan Johnson "tanpa ragu-ragu" dan menyebut percakapannya dengan janda Johnson "penuh hormat".

Sersan Johnson gugur di Niger dalam pertempuran dengan militan Islamis pada bulan ini.

Percakapan telepon belasungkawa Presiden Trump menjadi sorotan media pada pekan lalu ketika seorang anggota kongres dari Partai Demokrat Frederica Wilson - yang mendengar percakapan tersebut bersama keluarga Johnson - menuduhnya tidak peka.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Anggota kongres dari Partai Demokrat Frederica Wilson - yang mendengar percakapan Presiden Trump dengan janda Sersan La David Johnson - menuduh Presiden Trump tidak peka.

Myeshia Johnson tampaknya menguatkan pernyataan Wilson bahwa Trump berkata kepadanya bahwa sang suami telah memahami risikonya ketika ia bergabung dengan tentara.

"Presiden mengatakan suami saya sudah paham risikonya, tapi itu tetap menyakitkan... Ia membuat saya menangis karena saya sangat marah pada nada bicaranya dan cara ia mengucapkannya," kata Johnson.

"Ia membaca laporan tentang suami saya di hadapannya, dan pada saat itulah ia baru mengatakan La David. Saya mendengarnya bicara terbata-bata, berusaha mengingat nama suami saya."

"Jika suami saya berjuang untuk negara kami di luar sana dan ia mempertaruhkan nyawanya untuk negara kami, kenapa Anda tidak bisa mengingat namanya?" ia menambahkan.

Hak atas foto Tentara AS
Image caption Sersan La David Johnson merupakan satu dari empat pasukan khusus AS yang gugur dalam penyerangan di Niger.

Bagaimana tanggapan Presiden Trump?

Presiden Trump membela dirinya di Twitter pada Senin (24/10). Ia menulis: "Percakapan saya dengan janda Sersan La David Johnson (berlangsung dengan) penuh hormat, dan saya menyebut namanya sejak awal, tanpa ragu-ragu!"

Ia menepis kesaksian tentang percakapan telepon yang diberikan Frederica Wilson dengan menyebutnya "sepenuhnya dibuat-buat".

Ia berkata kepada wartawan: "Saya tidak mengatakan apa yang ia (Frederica Wilson) katakan... Percakapan kami berjalan dengan sangat menyenangkan."

Pernyataan resmi dari Gedung Putih menyebut percakapan Presiden Trump dengan keluarga prajurit yang gugur merupakan privasi.

Sersan Johnson merupakan satu dari empat pasukan khusus AS yang gugur dalam penyerangan di Niger. Trump dikritik karena tidak menghubungi keluarga para prajurit segera setelah mereka tewas, atau mengomentari kematian mereka di depan umum sampai 12 hari kemudian, ketika ditanya oleh seorang wartawan.

Trump menanggapi kritik ini dengan membuat klaim yang keliru bahwa pendahulunya, Barack Obama, dan mantan presiden AS lainnya pernah tidak menghubungi keluarga prajurit yang tewas.

Berita terkait