Tujuh pekerja Indonesia tewas dalam kecelakaan bus di Penang

Evakuasi korban kecelakaan bus di Malaysia, 2010. Hak atas foto AFP
Image caption Evakuasi korban kecelakaan bus di Malaysia, 2010.

Sebanyak delapan pekerja -tujuh di antaranya warga Indonesia- yang diangkut bus perusahaan tewas dalam kecelakaan di Penang, Malaysia.

Saat ini Konsulat Jenderal RI di Penang sedang mengurus kepulangan jenazah mereka.

Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Penang, Neni Kurniati, mengatakan jenazah para korban akan mulai dipulangkan besok, Kamis 26 Oktober 2017. "Melalui bandara Medan dan Yogyakarta," jelasnya kepada wartawan BBC Indonesia, Tito Sianipar.

Tujuh korban tewas warga Indonesia itu adalah Farida (18 tahun), Sartika Pasaribu (19 tahun), Wami Windasih (19), Yeni (20), Serlia (21), Resni Tumanggar (22), dan Titik Katinengsih (23). Satu korban meninggal lainnya adalah warga Malaysia bernama Noriah Kasa (40).

Dua bus karyawan yang terlibat kecelakaan adalah dari Plexus Manufacturing dan Sony EMCS yang hendak berangkat kerja ke kawasan industri Prai Industrial Estate. Insiden itu terjadi di di kilometer 47 jalan tol Lebuh Utara Selatan, pada Selasa, 24 Oktober 2017, sekitar pukul 05.50 pagi waktu setempat.

Selain korban tewas, diketahui empat lainnya dalam kondisi kritis, termasuk 26 lainnya dirawat di berbagai rumah sakit. Antara lain RS Seberang Jaya, RS Sungai Bakap, RS Bukit Mertajam, dan RS Penang.

Hak atas foto PENANG FIRE AND RESCUE DEPARTMENT / NST
Image caption Kecelakaan bus di tengah jalan tol di Penang, Malaysia, yang menewaskan tujuh WNI.

Dikutip dari koran The Straits Times, Kepala Polisi Distrik Seberang Perai Tengah ACP Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan bus Plexus gagal menghindari bus Sony yang berhenti di kiri jalan karena kerusakan mesin. "Akibatnya kedua bus terdorong ke tengah tol," kata dia.

Ketika kecelakaan terjadi, bus karyawan Sony mengangkut 39 pekerja asal Indonesia, sementara bus Plexus mengangkut 17 pekerja lokal. Dua supir bus yang terlibat kecelakaan sedang diperiksa polisi dan ditahan untuk empat hari ke depan.

Berita terkait