Burung-burung langka asli Indonesia diselundupkan di dalam pipa PVC

Burung nuri bayan yang terancam punah dimasukkan ke dalam pipa drainase yang disegel kawat. Hak atas foto AFP
Image caption Burung nuri bayan yang terancam punah dimasukkan ke dalam pipa drainase yang disegel kawat.

125 burung eksotis Indonesia dipaksakan masuk ke dalam pipa PVC, yang ditemukan dalam sebuah penggerebekan satwa liar di Gane, Halmahera.

Polisi mengatakan 84 ekor burung nuri bayan dan 41 kakatua putih yang terancam punah dimasukkan ke dalam pipa drainase yang disegel kawat.

Penggerebekan terpisah dilakukan di beberapa bagian di timur Indonesia, menangkap empat orang.

Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun dan denda 100 juta rupiah.

Hak atas foto AFP
Image caption Kakatua putih yang terancam punah dimasukkan ke dalam pipa drainase yang disegel kawat.

Dwi Adhiasto dari Wildlife Conservation Society memperkirakan burung-burung yang ditemukan dalam razia pada Senin (13/11) itu sedang dalam proses pengiriman ke Filipina, mengingat adanya "jaringan penyelundupan nuri yang ada di (Filipina) sana".

Kakatua putih adalah burung asli Maluku Utara, yang oleh Perhimpunan Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature, IUCN) digolongkan pada kategori 'terancam punah'.

Menurut IUCN ada sekitar 43.000 dan 183.000 kakatua putih yang tersisa di dunia - namun jumlah mereka turun drastis karena diburu dan dijebak dengan perangkap, serta hancurnya habitat alami mereka.

Berita terkait