Video pornografi anak: Ada 'pergeseran modus' dari korban anak perempuan ke anak laki-laki

anak anak Hak atas foto Getty Images
Image caption ECPAT Indonesia menduga kuat "ada keterlibatan sidikat industri seks" yang ingin mempromosikan hubungan seksual antara anak-anak dengan orang dewasa.

Terungkapnya video kejahatan pornografi anak pada pekan lalu menunjukkan adanya pergeseran modus yang semula korbannya adalah anak perempuan, kini korbannya adalah anak laki-laki, kata lembaga anti-eksploitasi seksual komersial anak.

"Biasanya untuk video pornografi anak korbannya adalah sebagian besar adalah anak perempuan tapi pada kasus ini korbannya adalah anak-anak laki-laki," ungkap lembaga pegiat eksploitasi seksual komersial anak, ECPAT Indonesia, Sabtu (06/01).

Itulah sebabnya, ECPAT Indonesia menyatakan temuan video kejahatan pornografi anak yang melibatkan bocah laki-laki ini merupakan "modus baru".

Pekan lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan peredaran video pornografi anak yang diperankan bocah laki-laki -diduga berusia sekitar 10-12 tahun- dengan seorang perempuan dewasa.

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Polisi sejauh ini terus mengembangkan penyelidikan video pornografi anak itu dengan antara lain menyebarkan foto seseorang yang diduga sebagai pemeran perempuan dewasa di video tersebut.

Polisi sejauh ini terus mengembangkan penyelidikan video pornografi anak itu dengan antara lain menyebarkan foto seseorang yang diduga sebagai pemeran perempuan dewasa di video tersebut.

Kepolisian juga memeriksa beberapa karyawan dua hotel di Bandung, Jawa Barat, yang diduga sebagai lokasi tempat pembuatan video tersebut.

"Dua TKP (tempat kejadian perkara) kita sudah datangi untuk mencocokkan tamu yang ada dengan film atau video. Kita pengen tahu tanggal dan waktu diduga pemeran memesan hotel," kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, kepada wartawan, Jumat (05/01).

Sindikat industri seks?

Lebih lanjut ECPAT Indonesia menduga kuat "ada keterlibatan sidikat industri seks" yang ingin mempromosikan hubungan seksual antara anak-anak dengan orang dewasa.

"Karena itu perlu dilakukan langkah-langkah sistematis membongkar jaringan ini, termasuk para penikmat atau konsumen seks anak," demikian rilis ECPAT yang diterima BBC Indonesia, Sabtu pagi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kepada anak-anak lelaki yang menjadi korban video kejahatan pornografi itu, demikian ECPAT, Kementerian Sosial dituntut segera menemukan mereka untuk dilakukan pemulihan.

Kepolisian juga diminta segera membongkar jaringan sindikat kejahatan seksual online tersebut yang "membuat, memproduksi dan menyebarakan konten pornografi anak" tersebut.

"Badan Siber Nasional dan Sandi Nasional (BSSN), kami minta segera melakukan blokir terhadap penyebaran video tersebut dan memusnahkannya."

Kepada anak-anak lelaki yang menjadi korban video kejahatan pornografi itu, demikian ECPAT, Kementerian Sosial dituntut segera menemukan mereka untuk dilakukan pemulihan psikologis, rehabilitasi sosial serta kesehatan mereka.

"Ini untuk menghindarkan kerugian yang lebih besar lagi terhadap para korban tersebut," kata lembaga pegiat eksploitasi seksual komersial anak tersebut.

Dua hotel di Bandung

Temuan polisi mengungkapkan pembuatan video berisi kejahatan seksual terhadap anak-anak itu diduga dilakukan di dua hotel di kota Bandung, Jawa Barat, kata seorang pejabat Polda Jabar kepada media.

Di dua hotel tersebut, lanjut pejabat kepolisian itu, aparat penyelidik kepolisian memeriksa buku tamu hotel untuk melacak identitas pembuat video serta pelaku pemeran perempuan dalam video.

Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan video itu direkam antara November dan Desember 2017. Kesimpulan sementara ini didasarkan pemeriksaan video pengintai di dua hotel tersebut. Polisi juga smemeriksa para resepsionis dan pelayan dua hotel.

Menurut polisi, terduga pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak seperti yang terekam dalam video itu, termasuk perilaku paedofil, kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana.

Para pelakunya dapat diancam pasal 76D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kata polisi.

Berita terkait