Hasil sementara penyelidikan robohnya balkon gedung BEI: apa yang sudah kita ketahui sejauh ini

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya lantai mezanin di gedung II Bursa Efek Indonesia.

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengumumkan hasil kesimpulan sementara atas ambruknya sebuah selasar di Menara II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta yang mengakibatkan puluhan luka.

Kegiatan di Menara I sudah dipulihkan seperti sedia kala, namun tidak di Menara II.

Menara II masih ditandai dengan garis polisi dan dijaga sejumlah petugas. Disebutkan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui sebab-sebab kecelakaan itu.

Polisi juga menyelidiki apakah ada yang luput dalam pemeriksaan berkala keselamatan gedung, yang terakhir kali dilakukan Mei 2017.


Kesimpulan sementara

Dalam kesimpulan sementara, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan bahwa 'dugaan kegagalan bangunan gedung pada selasar Lobi Gedung BEI, dapat terjadi" karena:

  • Sling (rantai kabel penyangga) putus
  • Penjepit sling terlepas
  • Baut tidak kencang
  • Baut patah
  • Penurunan kekuatan sling, baut, atau penjepit akibat korosi
  • Robeknya pertemuan baja dengan beton kolom dan/atau balok
Hak atas foto Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR
Image caption "Laporan Kajian Teknis Pendahuluan, Kegagalan Bangunan Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia."

Apa yang terjadi?

Beberapa detik menjelang tengah hari, Senin (15/1), sejumlah orang, khususnya para mahasiswa Univrsitas Bina Dharma, Palembang, sedang menunggu lift di selasar di lantai mezanin di gedung II Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Lantai mendadak ambruk, menimpa sejumlah orang lain di bawah mereka.

Terdengar bunyi gemuruh keras dan dan debu semen kering mengepul dari puing-puing. Tangis dan jeritan ketakutan serta kekagetan.

Ririen, karyawan Ernest & Young yang bekerja di lantai lima Gedung BEI menyebut selasar itu berada di antara kantor Bank Central Asia (BCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Hak atas foto TMC Polda Metro Jaya
Image caption Pihak manajemen mengatakan mereka melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun.

"Saat saya sedang keluar dari pintu gerbang BEI, itu ambruk, semua orang terlihat panik," katanya kepada BBC Indonesia.

Ratusan orang dievakuasi, gedung berlantai 32 itu kemudian dikosongkan.

Berapa banyak korban?

Lebih dari tujuh puluh orang luka. Khususnya patah atau cedera tulang dan baret-baret. dari waktu ke waktu orang-orang dilarikan dengan tandu dari lokasi kecelakaan.

Kendati rekaman CCTV menunjukkan peristiwa mengerikan saat belasan orang terjerembab bersama lantai yang mereka injak, dan di bawah mereka juga terdapat sejumlah orang, tak dilaporkan adanya korban jiwa.

Dilaporkan ada 72 orang mengalami lula-luka, dan tujuh orang di antaranya mungkin harus menjalani operasi.

Hak atas foto BBC Indonesia

Sebagian korban adalah karyawan yang bekerja di gedung itu. Namun sebagian besar adalah anggota rombongan mahasiswa Universtas Bina Dharma, Palembang, yang sedang melakukan sebuah kunjungan kerja.

Apakah terkait terorisme?

Tidak ada tanda-tanda kaitannya dengan kesengajaan atau serangan teror, kata polisi.

"Kami bisa memastikan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh bom," kata juru bicara Polri, Irjen Setyo Wasisto kepada para wartawan yang berkerumun di BEI, kawasan Jenderal Sudirman Jakarta.

Hak atas foto TMC Polda Metro Jaya

Apa penyebab kecelakaan?

Penyebab ambruknya lantai mezanin itu belum diketahui -dan masih diselidiki. Manajemen Gedung berkeras, mereka selalu memenuhi peraturan keselamatan, dan pemeriksaan keamanan gedung dilakukan Mei tahun lalu.

Menara II Bursa Efek Indonesia ini dilaporkan dibangun pada 1997 dan tidak pernah mengalami perubahan konstruksi.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan "audit gedung."

Sementara polisi menyatakan akan menyelidiki apakah ada yang lolos dari pengamatan saat pemeriksaan berkala. "Gedung-gedung tinggi itu selalu dicek, ada jadwalnya. Mungkin ini lolos dari pengamatan," kata juru bicara Polri, Irjen Setyo Wasisto.

Topik terkait

Berita terkait