Banjir masih mengancam Jakarta: Lima hal yang harus Anda ketahui

Jatinegara Hak atas foto TMC Polda Metro Jaya

Hujan deras yang berlangsung sejak kemarin hingga saat ini di wilayah hulu Sungai Ciliwung di daerah Bogor dan telah menyebabkan debit Sungai Ciliwung meningkat. Imbasnya, banjir mulai melanda Jakarta dan sekitarnya.

Di Kabupaten Bogor banjir mengakibatkan longsor di beberapa titik pada Senin (5/2), menewaskan setidaknya tiga orang. Di ibu kota, satu orang meninggal akibat longsor, sementara ribuan warga sudah mengungsi.

Apa saja yang perlu anda ketahui tentang hujan yang mengancam Jakarta dan sekitarnya?

Kondisi terkini

Beberapa daerah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terpantau banjir dengan ketinggian bervariasi, berdasar info laporan banjir real-time dari warga melalui petabencana.id

Hak atas foto Petabencana.id

Di Jalan Raya Jatinegara Barat, Jakarta Timur hingga Selasa (6/2) pagi belum bisa dilintasi dan lalu lintas masih dialihkan oleh petugas.

Bahkan, banjir mulai menggenangi pemukiman padat penduduk di Tanah Rendah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hak atas foto TMC Polda Metro Jaya

Pengungsian juga sudah dimulai di beberapa kawasan Jakarta yang selama ini sudah menjadi langganan banjir. Kawasan yang dilintasi sungai Ciliwung seperti Kampung Melayu, Pejaten, Srengseng, Sunter, Rawajati, Kalibata, sudah mulai dilanda banjir pada Senin (5/2).

Hak atas foto Syafrizal Tanjung
Image caption Banjir di Tanah Rendah di Jakarta Pusat pada Selasa (6/2)
Hak atas foto Syafrizal Tanjung
Image caption Banjir di Tanah Rendah di Jakarta Pusat pada Selasa (6/2)

Di sekitar aliran sungai di Pejaten, Jakarta Timur, banyak rumah yang sudah terendam dan sejumlah warga diungsikan. Di Kampung Melayu dan Srengseng, air juga setidaknya sudah mencapai lutut orang dewasa. Di Lenteng Agung, air sudah mencapai pinggang orang dewasa.

Hak atas foto Antara Foto/Atika Fauziyyah/ via REUTERS
Image caption Para petugas penyelamat mengevakuasi warga dari kawasan banjir di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada 7.228 keluarga atau 11.450 jiwa terdampak banjir pada Selasa (6/2) siang, berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta.

"Banjir meliputi 141 RT dan 49 RW di 20 kelurahan pada 12 kecamatan di Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Ribuan rumah terendam banjir," ujar Sutopo.Sebanyak 6.532 jiwa mengungsi, tersebar di 31 titik pengungsian di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sebanyak 31 titik pos pengungsi telah dibuka oleh BNPB, BPBD, dan masyarakat di fasilitas umum seperti masjid, aula, kantor kelurahan, kantor kecamatan, RPTRA, fasilitas pendidikan, dan lainnya yang telah dihuni dan siap menerima warga yang akan mengungsi. 

Namun, kendati ribuan rumah terendam banjir, banyak masyarakat yang tidak bersedia mengungsi.

"Mereka tetap berada di rumahnya. Perabotan rumah tangga mereka telah dipindahkan ke lantai atas di rumahnya," imbuh Sutopo.

Beberapa korban tewas

Imbas dari hujan lebat pula menyebabkan longsor di Jalan Perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta International Airport , yang berdekatan dengan underpass kereta bandara pada Senin (5/2) pukul 17.00, dua orang terjebak di reruntuhan tanah longsor. Salah satu korban, Dianti Diah Ayu Cahyani Putri akhirnya bisa dievakuasi pada Selasa (6/2) pukul 03:00 WIB.

Hak atas foto PetaBencana.id
Image caption Longsor di Jalan Perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta International Airport.

Namun sayang, Putri yang merupakan karyawan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF AeroAsia) menghembuskan napas terakhir pada pukul 06:47 WIB lantaran kondisinya terus melemah setelah 10 jam tertimbun longsor.

"Manajemen sangat menyesalkan kejadian ini berduka sedalam-dalamnya. Kami berterima kasih kepada masyarakat sekitar, ... dan semua pihak yang membantu proses evakuasi korban," ujar VP Corporate Secretary GMF AeroAsia, M. Arif Faisal dalam keterangan tertulis.

Sementara karyawan bernama Mukhmainna (24 tahun) sudah berhasil dievakuasi jam 07:00 pagi setelah 14 jam terjebak longsor dan telah dilarikan ke RS Siloam Karawaci.

Di Kabupaten Bogor banjir mengakibatkan longsor di beberapa titik pada Senin (5/2), menewaskan setidaknya tiga orang.

Hak atas foto BNPB
Image caption Longsor di Bogor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan para petugas penyelamat melanjutkan pencarian pada Selasa (6/2) pagi untuk mencari dua korban lain yang masih tertimbun.

"Ratusan personil dari Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Bogor bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat melakukan pencarian dan evakuasi korban," imbuhnya.

Alat berat dikerahkan untuk membantu pencarian korban. Pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan.

Sebelumnya, akibat hujan deras telah menyebabkan tebing longsor setinggi 30 meter dan lebar 100 meter pada Senin (5/2) dini hari. Longsor menimbun 3 rumah di bawahnya yang berdampak pada 3 keluarga beranggota 11 jiwa. Enam orang selamat dan lima orang tertimbun longsor.

"Selain itu, longsor juga menyebabkan 10 rumah yang berisi 10 KK (59 jiwa) terancam longsor. Saat ini mereka mengungsi ke tempat kerabatnya untuk mengantisipasi adanya longsor susulan," tulis Sutopo dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, daerah di Desa Warung Menteng ini merupakan daerah rawan longsor, dimana di bagian atas merupakan jalur kereta api jurusan Bogor-Sukabumi, sedangkan di bawahnya berkembang permukiman.

Hak atas foto BNPB
Image caption Longsor di Bogor.

Potensi hujan berkepanjangan

Berdasar informasi dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (06/02) berpotensi hujan sedang - lebat di sebagian besar wilayah ibu kota.

Wilayah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Penjaringan, Pademangan, Grogol Petamburan, Tambora, Taman Sari, Sawah Besar, Kemayoran, Gambir, Tanah Abang, Pesanggrahan, Kebayoran, Cilandak, dan sekitarnya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Petugas menyiapkan perahu karet dan tali di Sungai Ciliwung yang mulai menunjukkan kenaikan permukaan air, Senin (5/2).

Hujan juga berpotensi meluas ke wilayah Tanjung Priok, Koja, Klapa Gading, Cilincing, Kembangan, Kebon Jeruk, Palmerah, Menteng, Senen, Johar Baru, Cempaka Putih, Setiabudi, Tebet, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Jagakarsa, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, Kramat Jati, Makasar, Duren Sawit, Jatinegara, Matraman, Pulo Gadung, Cakung dan sekitarnya.

"Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl.13:50 WIB," tulis BPBD dalam keterangan tertulis.

BPBD pula menghimbau camat dan lurah di daerah rawan banjir agar mengantisipasi dan segera menindaklanjuti genangan.

Hak atas foto BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pula memperingatkan bahwa cuaca ekstrim pada puncak musik hujan yang terjadi pada Februari-awal Maret 2018.

Kondisi permukaan air

Tinggi muka air (TMA) Bendungan Katulampa yang semula mencapai 240 centimeter sehingga statusnya sempat ditetapkan pada siaga satu pada Senin (5/2) pagi . Namun menjelang sore, permukaan air menurun hingga sekitar 160 cm, dan status kewaspadaan banjir diturunkan menjadi Siaga 2.

Sutopo menuturkan hingga Selasa (6/2) tinggi muka air di Katulampa dan Depok posisi normal (siaga 4) sedangkan di Manggarai siaga 3.

"Kondisi banjir relatif cepat surut karena debit dari bagian hulu menurun dan tidak ada hujan lokal yang berintensitas tinggi," jelasnya.

Hak atas foto BPBD Jakarta

Selain itu, normalisasi Sungai Ciliwung yang dilakukan sebelumnya juga telah menyebabkan debit sungai menjadi lebih lancar mengalir.

Betapa pun, warga bantaran kali Ciliwung tetap mewaspadai banjir.

BNPB menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sungai dan dapat mengevakuasi barang-barang rumah tangga ke tempat yang aman, khususnya bagi permukiman di bantaran sungai Ciliwung.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan penduduk yang berada di jalur lintasan sungai harus bersiaga "Kemungkinan aliran air akan sangat deras dan tinggi," katanya kepada wartawan.

Pemda sudah menyiapkan lebih dari 230 pompa untuk menguras air jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Terdiri dari 200 pompa stasioner di kawasan di hilir sungai dan pompa mobile untuk menguras air jika terjadi banjir, lebih dari 30 pompa mobile, yang siap bergerak kapan saja.

Hak atas foto BPBD Jakarta
Image caption Gubernur Jakarta Anies Baswedan meninjau pintu air Manggarai.

Tips hadapi banjir

Februari adalah puncak hujan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sutopo menuturkan potensi banjir akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan.

"Ancaman banjir, longsor dan puting beliung akan makin meningkat," tandasnya.

Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan genangan.

Berikut tips untuk menghadapi banjir:

1. Jauhi daerah banjir,

2. Hindari menempuh perjalanan di dekat saluran air.

3. Jika air terus meluap, letakaan barang berharga di tempat lebih tinggi

4. Segera matikan listrik

5. Jika memungkinkan, pergi ke tempat evakuasi yang tersedia atau menghubungi pihak berwenang.

Berita terkait