Hujan sejak pagi, sebagian Jakarta dilanda banjir (lagi)

Banjir Hak atas foto Putra Syah / UGC
Image caption Banjir di sekitar Kelapa Gading.

Hujan yang turun sejak pagi membuat sejumlah wilayah Jakarta kembali tergenang, kendati tidak separah beberapa waktu lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut banjir kali ini sebagian besar melanda wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Antara lain: Jalan Yos Sudarso, Sunter, Gunung Sahari, Pecenongan. Cempaka Putih, Mangga Dua, dan Kemayoran.

"Daerah-daerah tersebut tadi sempat terendam, karena masalah drainase saja. Dan cepat sekali genangannya cepat surut," ujar Sutopo kepada BBC Indonesia (15/02) sore.

Dia memastikan kondisi sungai di Jakarta dalam kondisi normal, tidak seperti banjir sebelumnya dimana Sungai Ciliwung meluap akibat banjir kiriman dari hulu.

"Jadi tidak ada luapan banjir," tegasnya.

Hak atas foto BPBD DKI Jakarta
Image caption Banjir di Jalan Yos Sudarso, Sunter Jaya, Jakarta Utara dengan ketinggian 10 - 20 cm.

Informasi yang dikumpulkan BBC Indonesia menunjukkan, di depan Arion Mall Rawamangun, terjadi genangan cukup tinggi.

Di kawasan Kelapa Gading, jalanan digenangi air hingga selutut orang dewasa, dan membuat banyak mobil terjebak dan harus bersusah payah untuk bisa melaju.

Di sekitar Rawamangun, selokan-selokan meluap dan air menggenangi jalanan.

Hak atas foto Lurah Tegal Alur
Image caption Kondisi banjir di Jalan Manyar, Tegal Alur, Jakarta Barat.

Di beberapa titik di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, banjir mencapai ketinggian 50 cm.

Di Gerbang Tol Cikarang Barat, terjadi kemacetan panjang aibat genangan air yang mencapai ketinggian hingga 30 cm

BNPB mencatat, terdapat genangan banjir yang tersebar di 53 RW, 18 kelurahan dan 4 kota di Jakarta, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

"Paling banyak terjadi di Jakarta Utara karena memang konsentrasi curah hujan tadi memang paling banyak di Jakarta Utara. Hujan lebat membuat drainase tidak mampu menampung aliran permukaan sehingga menggenangi wilayah di sekitarnya dan cepat sekali surut."

Hak atas foto BPBD Jakarta
Image caption Bahkan banjir pula merendam jalan di dekat Istana Negara yang berlokasi di Jakarta Pusat pada Kamis (15/02).

"Sehingga menyebabkan transportasi, lalu lintas menjadi macet. Namun kalau kita melihat sebagian besar sudah surut," cetusnya.

Berdasar informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, tinggi muka air di pingu air Pulo Gadung berada di status siaga 3 pada pukul 14.00 WIB dengan ketinggian muka air 590 cm.

Antisipasi wilayah yang kemungkinan terdampak aliran pintu air Pulo Gadung, antara lain: Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, Koja, Pulo Gadung, Sungai Bambu, Sunter Jaya, Sumur Batu, Rawa Badak Selatan, Rawa Badak Utara dan Kebon Bawang.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Banjir Kampung Pulo: "Enak tinggal di sini daripada di rusun".

Curah hujan tak hanya mengakibatkan banjir di daratan dan mengganggu lalu lintas selain merendam sejumlah rumah yang sudah menjadi langganan banjir. para pengguna lalulintas udara juga diserukan untuk waspada.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyerukan kewaspadaan terkait keselamatan penerbangan

"Bulan Februari merupakan puncak musim hujan. Mayoritas wilayah Indonesia akan diguyur hujan yang cukup lebat dan biasanya disertai perubahan cuaca yang ekstrim," kata Agus Santoso.

"Terlebih lagi pada bulan ini ada libur panjang untuk merayakan hari raya Imlek sehingga akan banyak penerbangan tambahan. Untuk itu saya ingatkan stakeholder penerbangan untuk waspada untuk menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," tambahnya dalam keterangan tertulisnya.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca hujan dengan intensitas lebat akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta.

"Pagi pada umumnya pada kondisi berawan, baru mulai siang [hujan]. Memang agak memanjang sampai sore ke arah malam," kata Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Rahadi Prabowo.

"Sebetulnya intensitasnya tidak lebat seluruhnya, tapi karena durasinya yang cukup panjang ini yang kemudian secara akumulatif curah hujannya banyak," imbuh dia.

Hak atas foto BPBD Jakarta

Kondisi ini akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan lantaran saat ini Indonesia sedang mengalami puncak musim hujan. Musim hujan diprediksi akan berakhir pada akhir bulan Maret.

"Pada saat ini, paling tidak di awal Febuari seperti ini merupakan masa puncak musim hujannya. Sehingga kecenderungan untuk terjadi hujan banyak pada saat-saat ini sangat potensial. Kemudian cenderung meluruh pada saat akhir Maret," jelas Mulyono.

Topik terkait

Berita terkait