Novel Baswedan tiba di KPK, disambut para pegiat antikorupsi

Novel Baswedan Hak atas foto KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, kembali ke Jakarta, Kamis (22/2), setelah menjalani perawatan mata di Singapura selama kurang lebih sembilan bulan.

Novel pulang meski kondisi mata kirinya belum 100% pulih usai disiram air keras oleh orang tak dikenal. Setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Novel langsung menuju Gedung KPK di kawasan Rasuna Said.

Di kantornya, Novel disambut puluhan pegawai KPK berpakaian putih dan sejumlah pegiat antikorupsi.

Dari lima pimpinan KPK, hanya terlihat Laode Syarief dalam penyambutan Novel itu. Ada pula eks pimpinan KPK periode sebelumnya, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

"Saya harap dalam waktu tidak lama, pengobatan mata saya bisa tuntas dan saya bisa bertugas lagi sebagaimana mestinya," kata Novel Baswedan kepada para penyambutnya, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC, Abraham Utama.

Diserbu oleh puluhan wartawan dari berbagai media, Novel tidak berbicara banyak soal penanganan kasus penyerangannya.

Novel menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atas pembiayaan pengobatan matanya.

Lebih dari itu, Novel mendorong pegawai KPK untuk tetap bekerja giat walaupun kepolisian belum menangkap pelaku dan menemukan motif penyerangannya.

"Semoga saya bisa menularkan semangat yang sama dan semakin berani memberantas korupsi."

"Karena apabila kejadian terhadap diri saya ini membuat takut atau menurunkan produktivitas kerja, tentu itu kemenangan bagi pelaku penyerangan," kata Novel.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Novel Baswedan tiba di KPK setelah berbulan-bulan dirawat di RS Singapura.

Komisioner KPK, Laode Syarief, mengaku telah menanyakan perkembangan penanganan kasus Novel kepada Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Idham Aziz.

"Kapolda menjawab Whatsapp saya, bahwa tim masih bekerja dan semoga penyerang dapat ditemukan dalam waktu yang tidak lama lagi," ujarnya.Meski kembali ke Jakarta, Novel tetap harus pergi-pulang ke Singapura untuk perawatan mata. Laode berkata, akhir Maret nanti Novel dijadwalkan menjalani operasi mata terakhir di negara tersebut.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Novel Baswedan: ada jenderal di balik serangan

Mata kiri Novel rusak akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Ia diserang usai salat subuh di musala dekat rumahnya di Kelapa Gading.

Kepolisian mengaku sudah memeriksa lebih dari 68 orang saksi. Mereka mengklaim telah memeriksa ratusan rekaman kamera pengawas serta menyita sejumlah barang bukti lain.

Berbagai kalangan meyakini serangan terhadap Novel didasari penindakan perkara korupsi tertentu. Di sisi lain, kelompok masyarakat sipil menuding Polri lamban menguak kasus itu.

Hak atas foto KPK RI
Image caption Penyerangan terhadap Novel sudah lebih dari 10 bulan lalu namun pelakunya belum tertangkap.

Namun polisi menolak berbagai tudingan itu.

"Kami tidak berhenti, tapi tetap berusaha mencari dan menuntaskannya. Itu jadi concern kami," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto melalui sambungan telepon.

Hak atas foto ISTIMEWA/Dahnil Anzar
Image caption Kondisi terbaru Novel yang dikirimkan dari Singapura.

Setyo menambahkan polisi sudah berusaha maksimal mengungkap kasus ini dengan melibatkan seluruh kekuatan, termasuk laboratorium forensik dan inafis.

Kepolisian telah membuat dan menyebar sketsa dua terduga penyerang Novel. Meski begitu, Polri belum mendapatkan informasi yang berarti dari sketsa itu.

"Sudah masuk 500 tapi tidak ada yang signifikan."

Apa kata Novel dari Singapura?

Dalam video yang disebarkan Ketua Pemuda Muhammadyah, Dahnil Simanjuntak, Novel sebelumnya menyebut mata kirinya mulai membaik

Pekan lalu, ia menjalani operasi kecil untuk menumbuhkan selaput di mata kirinya.

Selaput ini, kata Novel, dibutuhkan untuk menjalani operasi besar yang akan dilakukan kemudian di Singapura.

"Sambil menunggu jadwal operasi yang belum tahu kapan, saya memutuskan kembali ke Indonesia."

Hak atas foto KPK
Image caption Aktivis tetap setia mendukung KPK dan Novel Baswedan dalam pemberantasan korupsi.

Lebih lanjut Novel menyampaikan keyakinan bahwa kebenaran dalam kasus penyerangannya akan terkuak, "Sekalipun banyak orang yang hendak menutupi jalan itu."

Pesan dan perintah dari Presiden Joko Widodo

Rencana kepulangan Novel dari Singapura itu disambut baik oleh Presiden Joko Widodo.

"Bersyukur dan alhamdulilah Pak Novel Baswedan sudah sembuh dan kembali ke tanah air. Saya kira Pak Novel nanti bisa bekerja kembali lagi ke KPK. (Patut) kita syukuri," kata Jokowi, Selasa lalu.

Terkait pengungkapan kasus penyerangan Novel, Jokowi meminta kepolisian segera menyelesaikannya.

"Saya akan kejar terus Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas, siapapun pelakunya."

Hak atas foto KEMENSETNEG RI
Image caption Berbagai pihak mendesak Presiden membetuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel

Namun Polri menyatakan tidak bisa bertindak sembarangan.

"Prinsip kami lebih bagus melepas 10 orang yang bersalah daripada menangkap satu orang yang tidak bersalah," kata Setyo Wasisto.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Berbagai pihak mendesak polisi segera mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Apa yang dilakukan polisi dalam proses penyelidikan, lanjut Setyo, adalah berdasarkan fakta hukum dan tidak boleh mengada-ada.

"Harus ada fakta hukum yang kuat baru bisa melakukan tindakan," tuturnya.

Soal dugaan keterlibatan seorang jenderal dalam penyerangan Novel, polisi memastikan hal itu tidak benar.

"Kami sudah konfirmasi ternyata tidak ada. Novel Baswedan sendiri ditanya penyidik, tapi tidak menyebutkan namanya," ucap Setyo.

Berita terkait