Presiden Jokowi kembali masuk sebagai tokoh Islam dunia yang berpengaruh

joko widodo, islam Hak atas foto JUNI KRISWANTO/Getty Images
Image caption Salah satu kebijakan Jokowi yang dipandang memberikan sumbangan penting kepada Islam adalah dukungannya terhadap keberagaman.

Presiden Joko Widodo kembali masuk dalam 500 Muslim paling berpengaruh di dunia versi Royal Islamic Strategic Studies Center yang bermarkas di Amman, Yordania.

Lembaga penelitian independen ini memandang Jokowi sebagai seorang pemimpin yang sangat populis, tidak didukung ulama, tidak berlatar belakang militer ataupun dari kalangan berada.

Salah satu pihak yang mempertanyakan hasil pemeringkatan ini adalah Fahri Hamzah, wakil ketua DPR yang memandang seharusnya Jokowi ada di peringkat teratas.

"Secara kasat mata perhitungan ini sebetulnya adalah perhitungan yang wajar karena seharusnya pemimpin Indonesia itu harus selalu masuk ke dalam kategori pemimpin Islam yang berpengaruh di dunia karena jumlah Muslim di Indonesia ini adalah jumlah Muslim yang terbesar di dunia.

"Tetapi kalau kemudian kalau presidennya tidak nomor satu menurut saya itu kemunduran, apalagi kalau faktanya sudah mundur dari dari 2014," kata Fahri, dalam wawancara dengan Nuraki Aziz untuk BBC Indonesia.

Salah satu kebijakan Jokowi yang dipandang memberikan sumbangan penting kepada Islam adalah dukungannya terhadap keberagaman, kata seorang pengamat keislaman.

"(Ini adalah) Pemilihan yang cukup punya dasar juga karena dalam banyak hal Jokowi sebagai seorang pemimpin, dan dia adalah pemimpin masyarakat yang mayoritasnya adalah Muslim yang terbesar di dunia ini, sehingga istilah pemimpin Islam itu cocok untuk Pak Jokowi.

"Saya kira itu sesuatu hal yang tepat untuk usaha-usaha dia untuk membangun toleransi belakangan ini, di tengah suatu situasi dimana di dalam masyarakat memapankan yang anti toleran," kata Budhy Munawar Rachman, dosen filsafat, Universitas Paramadina Jakarta.

Sejak masuk pada daftar ini, peringkat Jokowi turun terus dari nomor 11 di tahun 2014 saat terpilih sebagai presiden dan sekarang di nomor 16. Apakah ini berarti terjadi penurunan pengaruhnya?

"Komitmen Pak Jokowi kan enggak bergeser. Kalau soal peringkat menurut saya enggak perlu terlalu diperdebatkan. Yang pasti komitmen Pak Jokowi terhadap pluralisme, pemberdayaan umat tetap on the right track. Negara Indonesia dibangun dengan segala keanekaragamannya, keberagamannya, Bhinneka Tunggal Ika dan lain lain," kata Budi Arie Setiadi dari Projo, kelompok pendukung Jokowi.

Hak atas foto ADEK BERRY/AFP
Image caption President Jokowi pada pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta pada tahun 2016.

Nomor satu?

Jadi apa yang bisa dilakukan Jokowi agar lebih berpengaruh di kalangan Islam Indonesia dan dunia? Salah satunya, menurut Fahri Hamzah, adalah mengubah narasi.

"Dia membenahi dulu narasi dia tentang Islam dan negara. Dia tidak boleh menganut satu paham yang ingin memisahkan agama dan negara ... Apalagi kalau dia bisa melahirkan proyek-proyek besar tentang bagaimana cara kita menata kembali umat manusia di tengah ancaman mesin perang," kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Akhir-akhir ini sejumlah kelompok minoritas dianggap semakin tersudut di bawah kepemimpinan Jokowi, seperti Ahmadiyah dan LGBT misalnya. Tetapi Budhy Munawar Rachman memandang reputasi Jokowi sebagai pemimpin tetap sangat bagus karena mewakili Islam untuk semua pihak.

"Dia punya reputasi yang sangat bagus sebagai pemimpin yang tidak banyak dilakukan oleh pemimpin yang lain di Indonesia, terutama yang mempunyai kuasa. Kalau soal ranking itu nggak penting ...

"Tetapi bahwa dia adalah memang tokoh yang sangat concerned, mempunyai pengaruh yang besar di dalam membangun suatu nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin, itu suatu yang harus dilihat," kata pengamat politik, Budhy Munawar Rachman dari Paramadina.

Selain Presiden Jokowi juga terdapat sejumlah tokoh Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar ini, seperti KH Said Aqil Siradj dari NU, Annis Matta dari PKS, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.

Tokoh pria tahun 2018 adalah Sadiq Khan, walikota Muslim pertama London, sedangkan yang terpilih sebagai tokoh perempuan adalah Nawal al-Soufi, pegiat yang di antaranya telah membantu 200.000 pengungsi Suriah.

Berita terkait