Penyerang Polda Riau 'ada kaitan' dengan ISIS

riau Hak atas foto Ifat
Image caption Kerumunan massa di depan Mapolda Riau sesaat setelah insiden penyerangan, Rabu (16/05).

Para penyerang Markas Kepolisian Daerah Riau di Pekanbaru "ada kaitannya" dengan ISIS, sebagaimana disampaikan juru bicara Polri, Irjen Setyo Wasisto.

"Mereka berbaiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, ISIS Suriah," ujarnya kepada wartawan.

Sebelum menyerang Mapolda Riau, kata Setyo, mereka sebenarnya sudah datang ke Mako Brimob di Depok, Jawa Barat, untuk melancarkan serangan lanjutan.

"Namun, karena Mako Brimob sudah kondusif, mereka pulang. Dua pulang ke Sumtaera Selatan, sudah ditangkap. Yang empat ke Pekanbaru melakukan penyerangan," paparnya.

Sebanyak dua polisi terluka dan satu lainnya meninggal dunia akibat serangan sejumlah orang di Mapolda Riau, Rabu (16/05).

"Seorang anggota polisi terluka di ibu jari tangan kanan dan seorang lainnya luka di bagian belakang kepala," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto dalam jumpa pers.

Di samping dua korban cedera, ada pula seorang polisi yang meninggal dunia.

Dalam insiden itu, AKBP Sunarto menyebut empat orang ditembak hingga tewas. Dia juga mengatakan seorang lainnya melarikan diri dan belakangan ditangkap personel Polresta Pekanbaru.

1. Kerusuhan di Mako Brimob, 8 Mei

2. Penembakan terduga teroris di Cianjur, 13 Mei

3. Pengeboman tiga gereja & rumah susun di Surabaya, 13 Mei; Pengeboman di Polrestabes Surabaya, 14 Mei

Kejadian bermula ketika mobil Avanza putih nopol BM 1192 RQ mencoba menerobos Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau pada pukul 09.00 WIB.

"Namun, karena terhalang pagar, dia menabrak pagar dan masuk halaman Mapolda," kata AKBP Sunarto.

Dari dalam mobil, keluar empat orang mengenakan topeng yang langsung berlari mengejar polisi sambil membawa senjata tajam jenis katana. Akibatnya dua polisi mengalami luka-luka.

Selain itu, dua wartawan yang hendak meliput di Mapolda Riau ikut terluka karena tersenggol kendaraan penyerang.

Mereka adalah Rian dari TV One dan Madi juru kamera MNC. Mereka dilarikan ke RS Bhayangkara, menurut saksi mata, Doddy Vladimir seorang fotografer Tribun Pekanbaru yang berada di lokasi saat kejadian.

Hak atas foto Ifat
Image caption Mobil Avanza yang digunakan untuk menyerang Mapolda Riau.

Segera setelah penyerangan dilakukan, berdasarkan pemantauan wartawan di Pekanbaru, Deddy Sutisna, supir kendaraan berusaha membawa mobil keluar dari Mapolda. Mobil itu kemudian menabrak seorang polisi yang berusaha menahan lajunya.

"Anggota kita meninggal ditabrak," kata AKBP Sunarto.

Supir tersebut sempat melarikan diri namun kemudian ditangkap polisi. AKBP Sunarto mengaku pihaknya belum mengetahui identitas para penyerang dan afiliasi mereka.

Kepolisian juga menemukan rangkaian kabel di dalam mobil Avanza yang ditumpangi para penyerang. Namun belum bisa dipastikan apakah benda itu mengandung bahan peledak. Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Topik terkait

Berita terkait