Prabowo, Rizieq Shihab, dan Amien Rais di Mekkah: Antara sinyal politik dan 'aura reliji'

Rizieq Shihab Hak atas foto Reuters
Image caption Rizieq Shihab menegaskan tidak bersalah dalam semua kasus yang diarahkan kepadanya dan menyebutnya sebagai bentuk kriminalisi dari aparat penegak hukum.

Pentolan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah sudah sering disambangi oleh warga negara Indonesia, mulai dari masyarakat biasa hinggga politikus, ketika mereka menunaikan ibadah umrah di tanah suci bagi umat Islam itu.

Namun kunjungan dari jemaah umrah yang paling baru inilah yang tampaknya lebih banyak menyedot perhatian publik.

Foto-foto mereka beredar luas di media sosial. Belakangan foto yang diunggah ke akun Instagram Amien Rais dihapus oleh Instagram karena dianggap melanggar aturan komunitas media sosial itu.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (02/06) dan sang tamu utama adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, di samping beberapa orang yang menyebut diri Alumni 212, gerakan politik yang berada di balik kejatuhan Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur DKI Jakarta dalam kasus penistaan agama.

"Pertemuan itu bukanlah satu pertemuan politik. Sebetulnya tujuannya adalah umrah. Jadi Pak Prabowo dan Pak Amien Rais memang janjian untuk melakukan umrah bersama," jelas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dalam wawancara dengan BBC News Indonesia melalui telepon, Senin (04/06).

"Janjiannya juga baru minggu lalu. Saya hadir ketika direncanakan itu di rumah Pak Amien Rais malam-malam. Kebetulan di sana juga ada Habib Rizieq yang saya kira masyarakat di sana juga ingin mempertemukan mereka untuk silaturahim di sana," tambah Fadli Zon yang juga duduk sebagai wakil ketua DPR itu.

Sinyal Pilpres 2019

Resminya bisa saja ajang silaturahim, tetapi pertemuan di Mekkah ini mempunyai makna lain.

"Pertama, mereka mengambil lokasi yang punya aura untuk orang-orang yang menonton. Yang kedua, itu pasti sinyal-sinyal untuk Pemilu 2019, berkaitan dengan pemilihan presiden khususnya," kata Prof Dr Amin Abdullah, pakar filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Prabowo Subianto sudah menyatakan kesediaan untuk dicalonkan sebagai presiden. Dalam keterangan kepada media usai pertemuan di Mekkah, Rizieq Shihab meminta agar dibentuk hal yang disebut 'koalisi umat' dari Gerindra, PAN, PKS dan PBB, sebelum deklarasi calon presiden.

Hak atas foto Reuters
Image caption Prabowo Subianto dikalahkan oleh Joko Widodo dalam Pilpres 2014 dan pertarungan mereka kemungkinan akan terulang dalam pemilihan presiden 2019.

Tak semua partai yang disebut di atas hadir dalam pertemuan di Mekkah dan tidak ada pula jaminan bahwa apa yang dirancang di sana dapat diterjemahkan ke dalam praktiknya ketika pemilu tiba.

"Kita juga belum tahu bagaimana PAN, bagaimana PKS. Apakah PAN akan seperti yang diidealkan ketua dewan kehormatan PAN karena ia kadang-kadang berselisih paham dengan pimpinan partainya sendiri."

Demikian pengamatan Prof Dr Amin Abdullah.

Yang jelas, lokasi pertemuan di Mekkah antara Amien Rais, Prabowo Subianto dan Rizieq Shihab, dapat diartikan dipilih karena kota itu mempunyai aura reliji untuk mengambil emosi keagamaan bagi mereka yang mempercayainya, dan kebetulan pula pimpinan FPI tinggal di sana.

Ulama yang terbelit kasus

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tidak menampik fakta bahwa Prabowo tetap mempunyai hubungan dekat dengan Rizieq Shihab yang sudah kendati pun pimpinan FPI tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Pornografi lewat pesan WhatsApp dengan seorang perempuan, dan kenyataan bahwa ia tak kunjung memenuhi panggilan polisi - alih-alih memilih tinggal di Arab Saudi sejak Mei 2017.

"Bagaimanapun kita dekat dengan Habib Rizieq sebagai seorang tokoh ulama yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia," akunya.

Pengaruh itu antara lain dapat dilihat dari segi jumlah anggota yang pernah diklaim melebihi tujuh juta orang di Indonesia, meski jumlah keanggotaan terbaru belum dirilis.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Anggota Front Pembela Islam menuntut hukum cambuk di Aceh tetap dilaksanakan di tempat terbuka, seperti di halaman masjid.

Semula kerap 'membuat kegaduhan' karena melakukan berbagai penggerebekan ke tempat-tempat yang dianggapnya maksiat, kini FPI semakin diperhitungkan dalam percaturan politik Indonesia. Hal ini terlebih dapat dilihat setelah ormas itu giat melakukan aksi terkait terkait kasus penistaan agama.

Meski hidup jauh, Rizieq Shihab menjadi sosok sentral dari operasional FPI, terbukti dari pesan-pesan suara yang ia sampaikan dalam sejumlah acara kepada para pendukungnya.

Selain kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Pornografi, ia terbelit beberapa kasus lain. Rizieq Shihab dan kubunya menegaskan ia tidak bersalah.

Salah satu kasus yang menjadikannya tersangka, dugaan penodaan Pancasila, dihentikan oleh Polda Jawa Barat bulan lalu. Ini terjadi tidak lama setelah pelapornya, Sukmawati dilaporkan kepada kepolisian terkait puisinya yang dianggap menodai agama.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menduga masalah hukum yang membelit pucuk pimpinan FPI itu mungkin tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan dengan Prabowo Subianto dan Amien Rais di Mekkah.

Topik itu juga absen dalam pertemuannya sendiri dengan Rizieq Shihab ketika ia meninjau persiapan haji di Mekkah pada Agustus 2017 lalu.

Topik terkait

Berita terkait