Tenggelamnya Sinar Bangun di Toba: lebih dari 180 orang hilang, polisi sebut kapal tak berizin

Belasan orang sudah diselamatkan dari kecelakaan kapal di Danau Toba karena cuaca buruk. Hak atas foto BNPT
Image caption Belasan orang sudah diselamatkan dari kapal di Danau Toba karena cuaca buruk.

Pihak berwenang mengerahkan lagi upaya pencarian para penumpang Kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, yang sempat terhambat cuaca buruk. Setidaknya 166 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka. Polisi menyebut, kapal dioperasikan tanpa manifes perjalanan.

"Sejauh ini satu orang dipastikan meninggal dan 18 selamat. Sementara penumpang lain yang belum ditemukan masih kita kumpulkan data persisnya. Tapi dari keluarga-keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya terus berdatangan," kata Kepala Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riadil Lubis, kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia, Selasa (19/6). .

Dari waktu ke waktu jumlah orang yang dilaporkan hilang terus bertambah. Sejauh ini BNPB menyebut, berdasarkan laporan para anggota keluarga itu, lebih dari 180 orang disebutkan sebagai penumpang yang masih hilang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Daftar penumpang yang bisa diselamatkan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja menegaskan bahwa saat kecelakaan, kapal mengangkut penumpang secara tidak semestinya.

"Kapal tidak ada manifesnya. Juga tidak ada izin untuk berlayar," katanya kepada pers, Selasa (19/6).

Kapal Motor 'Sinar Bangun' tenggelam setelah mengalami kecelakaan sekitar dua kilometer setelah meninggalkan pelabuhan Tiga Ras, Danau Toba pada pukul 17.20 WIB, Senin (18/06).

Kecelakaan diduga terjadi karena angin kencang dan ombak besar akibat cuaca buruk.

Menurut pihak berwenang, kecelakaan terjadi ketika kapal penumpang KM Sinar Bangun itu sedang berlayar dari pelabuhan di Kabupatan Simalungun menuju Simanindo, Kabupaten Samosir dengan jumlah penumpang diperkirakan antara 80-100 orang.

Hak atas foto BNPT
Image caption Upaya pencarian korban KM Sinar Bangun terus dilakukan selama 24 jam dalam beberapa hari ke depan.

Usaha pencarian terus dilakukan selama beberapa hari ke depan, tetapi pemerintah mengakui menghadapi sejumlah masalah.

Pencarian Senin malam, misalnya, sempat dihentikan.

"Hambatan yang dihadapi itu kan cuaca agak ekstrem, angin kencang, ombak, terus itu cuaca itu kan gelap. Jadi kita di sini di lokasi kejadian menggunakan sarana lampu, lampu penerangan untuk melakukan pencarian," kata Mahler Tamba Ketua BPBD Samosir, dari lokasi pencarian, Senin malam itu.

"Pencarian dilakukan lagi mulai Selasa pukul 06.00 pagi tadi, kendati gelombang danau masih tinggi dan angin masih kencang," kata Kepala BPBD Sumut Riadil Lubis.

Keterangan saksi mata yang dihimpun regu penyelamat menyebutkan bahwa angin dan ombak sangat besar sehingga kapal oleng, sementara kapal penuh dengan penumpang dan barang.

Berita terkait