Penghitungan suara paslon dan kotak kosong di Pilkada Wali Kota Makassar menghangat

Pilkada Hak atas foto Reuters
Image caption Jika kota kosong yang menang melawan paslong tunggal maka pilkada akan digelar kembali tahun 2020 mendatang.

Kepolisian Makassar membantah terjadi bentrokan fisik antara kelompok pendukung calon tunggal pemilihan wali kota Makassar dengan kelompok pendukung kotak kosong.

Kapoltabes Makassar, Komisaris Besar Irwan Anwar, menegaskan kepada BBC News Indonesia bahwa memang terjadi insiden pelemparan batu terhadap seorang wartawan, usai penghitungan suara, Minggu (01/07) malam di Kecamatan Mariso.

Namun diakui bahwa situasi menghangat karena perhitungan suara yang masih berlangsung.

"Menghangat tetapi kita sudah mengeliminir, misalnya silakan masing-masing simpatisan mengawasi jalannya proses penghitungan karena masing-masing kan mengklaim penghitungan yang dilaksanakan mereka sendiri sama-sama merasa menang," jelasnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Liston P Siregar.

Pemilihan wali kota Makassar hanya diikuti oleh pasangan calon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi setelah pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari didiskualifikasi.

Gugurnya Ramdhan-Indira dari pemilihan kepala daerah diperkuat dalam keputusan Mahkamah Agung.

Penghitungan cepat menyebutkan kotak kosong unggul atas Munafri-Rachmatika, namun mereka tidak menerima hasil itu.

Poltabes Makassar berharap penghitungan suara selesai lebih cepat dari target awal, 6 Juli mendatang.

"Kami berharap hari ini atau paling lambat besok, proses penghitungan selesai sehingga kita dan masyarakat secepatnya mendapat hasil penghitungan real count, yang dilakukan KPU Makassar," tutur Komisaris Besar Irwan Anwar.

Hak atas foto EPA
Image caption Penghitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei memicu kontroversi di sejumlah daerah.

KPU sudah menegaskan, jika kotak kosong menang dalam pemilihan yang hanya diikuti oleh satu paslon, maka pilkada ulang akan digelar.

"Pemilihan di daerah tersebut akan diikutkan pada pilkada serentak berikutnya," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, kepada BBC Indonesia, ketika beberapa penghitungan cepat di Makassar sudah muncul.

Hingga Rabu malam (27/06), pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi, menurut beberapa lembaga survei, meraih sekitar 46% suara, sementara kotak kosong didukung 53% suara,

Hasil itu dibantah oleh Munafri-Rachmatika atau yang kerap disapa Appi-Cicu, yang didukung oleh 10 partai: Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS, PAN, PPP, PDI-P, Partai Hanura, PBB, Partai Gerindra dan PKPI.

Kompas melaporkan, Minggu (01/07) malam sekitar pukul 23.00 WITA, sempat terjadi kericuhan antara pendukung Appi-Cicu dengan belasan anggota Pemuda Pancasila (PP) di Kecamatan Mariso dan wartawan Metro TV yang sedang melakukan peliputan di lokasi bentrokan terkena lemparan batu di bagan kepala sehingga harus dirawat di RS Bhayangkara Makassar.

Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan insiden itu akan diselidiki, "Tidak ada bentrokan tapi ada lemparan batu."

Topik terkait

Berita terkait