KM Lestari Maju: 34 orang meninggal, nakhoda dan pemilik kapal dievakuasi

Kepolisian, BASARNAS, BPBD dan masyarakat setempat terus melakukan penyelamatan KM Lestari Maju. Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Kepolisian, BASARNAS, BPBD dan masyarakat setempat terus melakukan penyelamatan KM Lestari Maju.

Upaya pencarian dan penyelamatan para penumpang serta awak KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, semakin mengerucut seiring ditemukannya lebih dari 150 orang dalam kondisi selamat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut sebanyak 155 orang selamat dan 34 meninggal dunia dalam insiden KM Lestari Maju, pada Selasa (3/7).

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsudi, mengatakan pencarian difokuskan pada empat orang yang belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan manifes yang disiarkan Kementerian Perhubungan, KM Sinar Maju membawa 139 penumpang dan 48 unit kendaraan ketika kapal kandas.

Kementerian Perhubungan juga menyatakan bahwa kapal tersebut sengaja dikandaskan dan bukan tenggelam.

"Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan bahwa kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk dan oleh nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo kepada wartawan.

Dalam perkembangan lain, Kementerian Perhubungan menyatakan nakhoda kapal dan pemilik KM Lestari Maju merupakan orang terakhir yang berhasil dievakuasi dari atas kapal.

Evakuasi para penumpang di atas kapal telah selesai dilakukan Rabu (4/7) pukul 00.05 WITA dengan menggunakan kapal-kapal nelayan dan tim SAR terpadu.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus H Purnomo menjelaskan bahwa sisa penumpang di atas kapal KM Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.

"Proses evakuasi penumpang di atas kapal sudah selesai tadi pagi sekitar pukul 00.05 WITA. Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KMP. Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR," ujarnya.

Disinggung tentang penyebab terjadinya musibah KM Lestari Maju, Agus menegaskan bahwa saat ini Ditjen Perhubungan Laut sedang fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Lebih 100 penumpang dan awak berada di KM Lestari Maju yang kandas di karang setelah mengalami kerusakan mesin.

Sebelumnya, Kapolres Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, mengatakan KM Lestari Maju mengalami kerusakan ketika sedang berlayar dari pelabuhan Bira menuju pelabuhan Pamatata, Selayar.

"Sehingga nakhoda berinisiatif untuk mendaratkan di pulau sekitar situ, namun kapal kandas di karang," ujarnya.

"Kita lagi fokus untuk mengevakuasi penumpang, memindahkan kapal yang tadi kandas itu, untuk penumpangnya dibawa ke daratan. Namun memang untuk proses evakuasi atau pemindahan penumpang ini kita mengalami kendala karena cuaca buruk dan juga gelombang sekitar dua sampai dua setengah meter," sambung Syamsu.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo menyatakan sseluruh penumpang telah mengenakan jaket keselamatan serta telah mengikuti prosedur keselamatan di atas kapal dengan panduan dari nakhoda dibantu awak kapal.

Penyebab kerusakan mesin KM Lestari Maju yang sedang melakukan rute reguler masih belum diketahui, tetapi kapal ini terbawa arus saat cuaca buruk melanda dan menyebabkan gelombang setinggi beberapa meter.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Cuaca buruk dan tingginya ombak menghambat usaha penyelamatan.

Pada tahun 2018, sudah terjadi dua kali kejadian serupa di perairan Kepulauan Selayar dengan kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi.

Berita terkait