Ahok 'tidak akan' gunakan pembebasan bersyarat dan menanti bebas murni

Ahok Hak atas foto Reuters
Image caption Ahok diganjar dua tahun dengan penistaan agama pada 9 Mei 2017.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dilaporkan tidak akan menggunakan pembebasan bersyarat yang bisa dinikmatinya mulai Agustus mendatang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini diganjar hukuman dua tahun penjara pada Mei 2017 lalu setelah terbukti bersalah dalam dakwaan penistaan agama Islam.

Dan mulai Agustus mendatang dia diizinkan keluar dari penjara selama empat jam sehari namun, kakak angkatnya Nana Riwayatie, mengatakan Ahok tidak akan menggunakan pembebasan bersyarat itu.

"Untuk situasi di Jakarta, pergi bekerja empat jam pulang pergi nggak lah buat Pak Ahok, cuma capai di jalan," jelas Nana kepada wartawan BBC News Indonesia, Liston P Siregar.

Selain itu, pekerjaannya juga sudah ditangani para staf, "Dan ketiga Pak Ahok itu masuk sibuk banget menyelesaikan penulisan bukunya. Ada tiga buku yang sedang ditulis. Oleh karena itu menunggu pembebasan murni saja."

Nana menambahkan jika mendapat remisi sebagaimana mestinya, maka Ahok sudah akan bebas murni pada 4 Januari 2019 mendatang.

Image caption Aksi unjuk rasa menentang Ahok di Jakarta pada 21 Februari 2017 belakangan disebut sebagai 212 dan bertahan menjadi kekuatan penekan politik.

Ahok dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama atas pidatonya yang merujuk pada Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Pidatonya di depan warga di Pulau Pramuka itu memicu kemarahan sejumlah umat Islam dan serangkaian aksi unjuk rasa digelar di depan Istana Negara untuk menuntut agar dia diadili.

Salah satu aksi unjuk rasa, yang berlangsung pada 21 Februaeri 2017 belakangan disebut sebagai 212, yang kemudian bertahan menjadi semacam kelompok penekan politik di Indonesia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pasangan Ahok/Djarot kalah dari Anies/Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Nana, tiga buku yang ditulis Ahok membahas tentang kebijakannya pada masa dia menjabat sebagai gubernur DKI, catatan harian, dan tentang sosial politik.

Ketika ditanya apakah penulisan buku mencerminkan keinginannya untuk kembali terjun ke dunia sosial politik, Nana menjawab, "Saya belum bisa jawab karena mungkin masih lihat situasi dan kondisi politik yang ada sekarang. Sampai sekarang ini belum kepikiran apa-apa. Ada kata-kata beliau 'Semua itu sudah diatur oleh Tuhan."

Hak atas foto AFP
Image caption Dakwaan penistaan agama terkait dengan pidato Ahok di Kepulaian Seribu.

Sebelum diganjar hukuman penjara, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017, berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, namun dikalahkan pasangan Anies Baswedan/Sandiaga Uno.

Masa kampanye menjelang pilkada itu diwarnai dengan isu agama antara lain dengan munculnya seruan agar masjid-masjid di Jakarta tidak melakukan salat jenazah bagi para pendukung Ahok.

Berita terkait