Gempa Lombok: Sebanyak 1.226 pendaki telah dievakuasi dari Gunung Rinjani

lombok Hak atas foto ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Image caption Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7).

Sebanyak 1.226 orang pendaki dan pengunjung yang terperangkap di Gunung Rinjani telah dievakuasi oleh tim gabungan hingga Selasa (31/07), kata seorang pejabat BNPB.

"1.226 orang pengunjung berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," kata Kepala pusat data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (01/08) pagi.

Dari jumlah 1.226 orang, menurut BNPB, 696 orang adalah warga negara asing (WNA) dan 530 orang warga negara Indonesia (WNI).

"Selain itu, satu jenazah pendaki asal Makassar atas nama M. Ainul Taslim juga telah berhasil dievakuasi oleh Tim Evakuasi Gabungan," ungkapnya.

Ainul Taslim diduga meninggal akibat tertimpa material longsoran bebatuan ketika beranjak dari Danau Segara Anak saat gempa bumi terjadi, kata tim gabungan.

Hak atas foto AFP/Pikong
Image caption Dari jumlah 1.226 orang, menurut BNPB, 696 orang adalah warga negara asing (WNA) dan 530 orang warga negara Indonesia (WNI).

Data terbaru ini didapatkan dari hasil pencocokan dari berbagai pihak terkait mengenai jumlah pengunjung atau pendaki yang keluar dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dalam evakuasi usai gempa bumi 6,4 pada skala Richter di kawasan itu.

Sampai Rabu (01/08), kawasan TNGR masih dinyatakan ditutup untuk pendakian dan wisata hingga waktu yang belum ditentukan.

Jalur pendakian ditutup

Menurut BNPB, adanya gempa-gempa susulan yang masih berlangsung dikhawatirkan juga dapat memicu longsor.

"Sudah terjadi 346 kali gempa susulan hingga Selasa (31/07) pukul 10.00 WIB. Intensitas gempa makin mengecil," kata Sutopo.

Para pendaki dan pengunjung TNGR sebelumnya terperangkap lantaran jalur pendakian tertutup material longsor akibat dipicu gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter pada Minggu (29/07).

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Semua pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani sudah dievakuasi

Pada Senin (31/07), sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Rebecca Henscke dan Haryo Wirawan, masih ada enam warga Indonesia di kawasan pendakian dan pula seorang jenazah pendaki asal Makassar.

Hak atas foto Antara/Akbar Nugroho Gumay
Image caption Petugas mengevakuasi pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi dengan ambulan di Pos Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7).

Secara terpisah, Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan bahwa tiga dari enam orang telah dievakuasi.

"Heli berhasil evakuasi tiga orang dan mendarat di Sembalun. Tindakan medis dilakukan untuk cek kondisi oleh Posko Terpadu Sembalun. Kondisi ketiga korban sehat dan selamat," sebutnya.

Ketiga pendaki itu adalah Suharti, Erlin, dan Bagus. Suharti merupakan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), sedangkan Erlin dan Bagus adalah staf lembaga tersebut.

Kepada BBC News Indonesia, Suharti mengaku "sehat, tidak cedera serius, dan hanya lecet".

"Waktu gempa kami semua panik, batu-batu berjatuhan. Dan ketika akan turun, ternyata longsor luar biasa. Kami mencoba dua kali jalur darat, tapi gagal. Alhamdulillah kami dapat dievakuasi pagi ini menggunakan helikopter," papar Suharti.

Hak atas foto Antara/Akbar Nugroho Gumay
Image caption Pendaki Gunung Rinjani yang terjebak longsor akibat gempa bumi, Suharti (kanan) dan Erlyn Halimatusyadiah (tengah), melakukan sujud syukur setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7).

Setelah ketiganya dievakuasi, masih ada dua orang porter (laki-laki), seorang guide (laki-laki), serta satu jenazah yang siap dibawa turun. Lalu ada pula tujuh warga yang ditemukan tim evakuasi.

Adapun jenazah bernama Muhammad Ainul Muksin, seorang pendaki asal Makassar yang meninggal akibat tertimpa material longsor di Gunung Rinjani saat terjadi gempa bumi.

Hak atas foto Humas SAR
Image caption Tim SAR mengevakuasi jenazah dari Gunung Rinjani.

Hingga saat ini, jumlah pengunjung Gunung Rinjani yang turun sampai tanggal 29-31 Juli pukul 10.13 WITA sebanyak 1.090 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 723 orang di antara mereka merupakan warga negara asing dari berbagai negara, semisal Thailand, Malaysia, Prancis, dan Belanda.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Image caption Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7).
Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Sejumlah pendaki berhasil turun dari kawasan pendakian Gunung Rinjani.

Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) merilis keterangan bahwa sebanyak 184 orang sudah dikerahkan untuk mengevakuasi para pendaki. Dari 184 orang tersebut, 100 di antara mereka merupakan anggota Kopassus.

Hak atas foto Reinhard Dirscherl/ullstein bild
Image caption Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan di NTB.

Salah seorang warga yang merasakan gempa adalah Minardi.

Ia ketika itu sedang menyiapkan acara hajatan bersama dengan warga di desa Sembalun Lawang, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Minardi mengungkapkan ini untuk pertama kalinya dia merasakan gempa besar salama dirinya tinggal di desa yang berlokasi di kaki Gunung Rinjani tersebut di ketinggian 1.150 meter dari permukaan laut.

Hak atas foto Antara/AHMAD SUBAIDI
Image caption Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7).

Bahkan, setelah gempa besar, rententan gempa susulan terus terjadi.

"Sangat besar sekali, bak penampungan air sampai kaya ombak, meluber ke luar, kemudian menara masjid juga bergoyang-goyang, kemudian semua pada lari ke jalan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Minardi menuturkan, satu warga negara Malaysia bernama Siti Nurmaida yang termasuk dalam sekelompok wisatawan dari Malaysia sebanyak 18 orang yang baru saja turun dari Gunung Rinjani meninggal lantaran tertimpa bangunan yang roboh.

Hak atas foto Andie Achmad
Image caption Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi atau yang juga dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB), mengunjungi lokasi pengungsian.
Hak atas foto Andie Achmad

Presiden Jokowi kunjungi kamp pengungsian

Sementara itu, Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi atau yang juga dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB), menuju lokasi pengungsian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Sebagaimana dilaporkan biro pers Istana, Presiden Jokowi ingin memastikan bahwa penanganan dampak gempa dapat diselesaikan dengan cepat dan baik, seperti adanya bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi, serta tersedianya layanan pendidikan darurat.

Di sana, presiden dan gubernur NTB bertemu dengan warga yang terkena dampak bencana dan juga menyerahkan bantuan.

Topik terkait

Berita terkait