Gempa Lombok: TNI terbangkan bantuan kesehatan dan makanan ke Lombok

gempa bumi Lombok Hak atas foto ANTARA FOTO/AHMAD_SUBAIDI
Image caption Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (06/08).

Satuan tugas Kesehatan TNI diberangkatkan ke wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah gempa berkekuatan tujuh Skala Richter mengguncang wilayah tersebut, demikian Menkopolhukam Wiranto.

"TNI sudah siaga pagi ini (Senin, 06/08). Dua pesawat Hercules akan membawa obat-obatan dan makanan..." kata Menkopolhukkam Wiranto dalam wawancara dengan Kompas TV, Senin (06/08), sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan dirinya untuk memimpin "reaksi cepat menangani bencana" gempa di wilayah Lombok, NTB. "Kita akan bergerak cepat," kata Wiranto.

Dalam wawancara tersebut, Wiranto mengatakan saat ini juga dibutuhkan alat-alat berat untuk menggali reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan atau mengevakuasi korban. "Kita butuh alat berat..." ungkapnya.

Hak atas foto ANTARA FOTO/AHMAD_SUBAIDI
Image caption Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (06/08).

Sementara itu, seperti dilaporkan Kantor berita Antara, Satuan tugas Kesehatan TNI - terdiri Batalayon Kesehatan-2 Marinir Jakarta dan Batalyon Kesehatan 1 Divisi Infanteri 1 Kostrad - segera diberangkatkan ke wilayah Lombok.

Seluruh personel dan perlengkapannya akan diterbangkan dari pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.

Selain itu, menurut laporan Kantor berita Antara, kapal rumah sakit KRI dr Soeharso juga akan diberangkatkan dari Surabaya.

'Paling terdampak' di Lombok Utara

Wilayah Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan daerah yang terdampak gempa dengan kekuatan tujuh Skala Richter, karena paling dekat dengan pusat gempa, kata pejabat BNPB.

"Di Lombok Utara sebanyak 65 orang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Senin pagi (06/08).

Hak atas foto ANTARA FOTO/AHMAD_SUBAIDI
Image caption Seorang laki-laki mengamati menara Islamic Center Hubbul Wathan yang dindingnya sebagian roboh pascagempa bumi di Mataram, NTB, Senin (06/08).

Secara keseluruhan, sampai sekitar pukul 04.00 WIB, setidaknya ada 82 orang meninggal dunia akibat gempabumi tersebut, ungkap Sutopo.

Adapun korban meninggal di Kabupaten Lombok Barat ada sembilan orang, di Kota Mataram ada empat orang meninggal dunia, di Kabupaten Lombok Tengah ada dua orang meninggal.

Belum ada keterangan tentang dampak kerusakan akibat gempa, tetapi Sutopo menyebut "ada ribuan rumah rusak".

Hak atas foto BNPB/Twitter

Berita terkait