Gempa Lombok: Korban meninggal dunia bertambah menjadi 91 orang

gempa lombok Hak atas foto ANTARA FOTO/AHMAD_SUBAIDI
Image caption Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (06/08).

Korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan tujuh pada Skala Richter di pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 91 orang.

Sampai sekitar pukul 08:00 WIB, menurut Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), setidaknya ada 91 orang meninggal dunia dan 209 orang mengalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak dan ribuan warga mengungsi.

"Dari 91 orang meninggal dunia, semua adalah Warga Negara Indonesia (WNI)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di Jakarta, seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Ayomi Amindomi.

Evakuasi orang asing

Sejak Senin (06/08) pagi, menurut Sutopo, Basarnas telah mengevakuasi hampir 200 wisatawan dari tiga pulau di NTB di kawasan wisata di Pulau Lombok.

"Evakuasi menggunakan perahu karet, kemudian dibawa ke kapal milik Basarnas," ungkap Sutopo seraya menambahkan bahwa evakuasi itu dilakukan secara bertahap.

Hak atas foto AFP/Adek Berry
Image caption Seorang pasien yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Mataram, NTB, yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Sejauh ini, tambahnya, dalam evaluasi tahap pertama sudah ada 200 orang yang sudah dievakuasi. Mereka adalah WNI dan turis asing.

"Sisanya akan dievakuasi berikutnya. Basarnas mendatangkan kapal dari bali, juga mengerahkan helikopter. BNPB mengerahkan dua heli untuk evakuasi dan penanganan darurat lainnya," paparnya.

"Setelah dievakuasi, mereka kemudian dibawa ke Lombok, selanjutnya nanti akan ada mekanisme lain," imbuhnya.

"Mereka dijemput dari 3 gili (pulau) menggunakan perahu karet kemudian dibawa ke kapal Basarnas, kemudian dibawa ke daratan"

Hak atas foto AFP/Adek Berry
Image caption Seorang pasien yang terluka akibat gempa di kota Mataram, Lombok, NBT, sedang mengantri untuk dirawat lebih lanjut di RS Moh. Ruslan dikota itu.

"Daripada mereka tetap berada di Pulau, jadi lebih aman kalau kita bawa ke luar. Dan keinginan para turis yang ada di sana memang keluar dari Gili."

Sejauh ini, pemerintah Indonesia belum mengorganisir wisatawan untuk keluar dari Lombok, seperti yang terjadi pada evakuasi wisatawan dari Gunung Rinjani pascagempa 64 SR yang terjadi akhir bulan lalu.

"Di taman Nasional semua dievakuasi ( keluar dari Lombok), tetapi kalau saat ini turis ingin tetap di Lombok, silahkan."

Berita terkait