Gempa Lombok: Bagaimana nasib warga yang tertimpa reruntuhan masjid di Lombok Utara?

Gempa Lombok Hak atas foto Sutopo Purwo Nugroho/Twitter
Image caption Bangunan masjid dua lantai itu rubuh setelah diguncang gempa berkekuatan tujuh Skala Richter itu pada Minggu (05/08) malam ketika jamaah masjid itu sedang solat Isya.

Tim penyelamat berhasil mengeluarkan tiga jenazah korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan masjid di Dusun Lading Lading, Desa Tanjung, Lombok Utara.

Bangunan masjid dua lantai itu rubuh setelah diguncang gempa berkekuatan tujuh Skala Richter itu pada Minggu (05/08) malam ketika jamaah masjid itu sedang salat Isya.

Setelah berhasil mendatangkan alat berat, tim penyelamat akhirnya berhasil mengeluarkan dua korban meninggal dunia di bawah reruntuhan, kata Kahumas SAR Mataram, Agus Hendra Sanjaya.

"Yang baru bisa kita keluarkan barusan ini dua korban jiwa dan sekarang ini masih terus proses evakuasi. Ada lagi satu korban jiwa yang sudah kelihatan," ungkap Agus kepada wartawan BBC News Indonesia, Ayomi Amindoni, Senin (06/08) sore.

"Kita berusaha untuk mengeluarkannya mengingat bangunannya ini hancur total, kegencet masuk ke dalam tanah. Ini atap paling atas aja sudah hampir rata dengan tanah."

Hak atas foto Sutopo Purwo Nugroho/BNPB
Image caption Setelah berhasil mendatangkan alat berat, tim penyelamat akhirnya berhasil mengelurkan dua korban meninggal dunia di bawah reruntuhan, kata Kahumas SAR Mataram, Agus Hendra Sanjaya.

Sebelumnya, proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan masjid ini digambarkan Kepala pusat data informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebagai "sulit dilakukan".

"Karena terbatasnya alat berat, akhirnya, tim gabungan dari BNPB dan BPBD NTB melakukan evakuasi secara manual tanpa bantuan alat berat," kata Sutopo dalam jumpa pers pada Senin pagi.

Namun demikian, setelah alat berat tiba di lokasi reruntuhan masjid itu, Sutopo dalam cuitan di Twitternya - pada Senin sore - menulis: "Alat berat sudah datang untuk melakukan evakuasi korban jamaah sholat Isya..."

"Tim SAR Gabungan sedang mengevakuasi korban tertimbun masjid roboh dengan alat berat," sambungnya lebih lanjut.

Hak atas foto Sutopo Purwo Nugroho/BNPB
Image caption Belum diketahui berapa persis warga yang tertimpa bangunan masjid ini, tetapi pengurus masjid itu mengatakan jumlah jamaah yang melaksanakan salat Isya berjamaah sekitar 1,5 shaf (baris).

Belum diketahui berapa persis warga yang tertimpa bangunan masjid ini. Seperti dikutip situs berita VIVA, pengurus masjid, Amaq Muhammad Fajri, mengatakan jumlah jamaah yang melaksanakan salat Isya berjamaah sekitar 1,5 shaf (baris).

Sampai Senin (06/08), korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan tujuh pada Skala Richter di pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 91 orang, demikian BNPB.

Adapun jumlah warga terluka ada 209 orang. Menurut BNPB, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

"Kemungkinan jumlah meninggal dan luka-luka akan terus bertambah," kata Kepala pusat data informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Berita terkait