Gempa Lombok: 'Alhamdulillah, ada korban selamat dari masjid yang roboh'

Masjid di Desa Lading-Lading yang hancur akibat gempa pada Minggu (05/08).

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Masjid di Desa Lading-Lading yang hancur akibat gempa pada Minggu (05/08).

Seorang warga berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah terhimpit lebih dari 15 jam di bawah reruntuhan bangunan masjid di Desa Lading-Lading, Lombok Utara, yang roboh akibat gempa, demikian menurut BNPB.

Pria itu terlihat menangis dan berucap "la ilaha illallah..." sesaat setelah tim penolong berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan masjid.

Peristiwa penyelamatan itu terekam dalam video amatir yang diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam akun Twitternya, Selasa (07/08) pagi.

"Alhamdulillah, ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh," kata Sutopo dalam cuitannya di atas video tersebut.

Tidak dijelaskan kapan persisnya korban selamat itu berhasil dievakuasi dari reruntuhan masjid. Sutopo juga tidak menyebutkan jati diri pria berkopiah putih dan bersarung tersebut.

Masjid berlantai dua ini runtuh akibat gempa berkekuatan tujuh Skala Richter, Senin (05/08) malam, saat sebagian warga setempat melakukan salat Isya berjamaah.

"Evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Semoga banyak yang bisa diselamatkan," papar Sutopo.

Lima orang sudah dievakuasi

Sumber gambar, AFP/Adek Berry

Keterangan gambar,

Salah-seorang korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan masjid di sebuah desa di Lombok Utara, NTB.

Sementara itu, Kepala humas Basarnas kota Mataram, Agus Hendra Sanjaya, mengatakan ada dua orang warga yang berhasil dikeluarkan - dari reruntuhan masjid yang roboh - dalam kondisi selamat.

"Ada dua orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," kata Agus Hendra kepada wartawan BBC News Indonesia, Ayomi Amindoni, Selasa (07/08) siang.

Dengan demikian sampai Selasa siang, lanjutnya, sudah ada lima orang yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan masjid tersebut. "Tiga orang lainnya sudah meninggal saat dievakuasi," ungkapnya.

Saat ini proses evakuasi masih dilanjutkan, ungkapnya. "Kita juga menggunakan alat ekstrikasi dan alat berat untuk sesegara mungkin mengeluarkan korban-korban yang ada di dalam reruntuhan masjid tersebut".

'Sulit dilakukan'

Sebelumnya, proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan masjid ini digambarkan Kepala pusat data informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebagai "sulit dilakukan", Senin (06/08) pagi.

Sumber gambar, SUTOPO PURWO NUGROHO/BNPB

Keterangan gambar,

Belum diketahui berapa persis warga yang tertimpa bangunan masjid ini, tetapi pengurus masjid itu mengatakan jumlah jamaah yang melaksanakan salat Isya berjamaah sekitar 1,5 shaf (baris).

Namun, setelah berhasil mendatangkan alat berat, tim penyelamat akhirnya berhasil mengeluarkan dua korban meninggal dunia di bawah reruntuhan, kata Kahumas SAR Mataram, Agus Hendra Sanjaya.

"Yang baru bisa kita keluarkan barusan ini dua korban jiwa dan sekarang ini masih terus proses evakuasi. Ada lagi satu korban jiwa yang sudah kelihatan," ungkap Agus. Pada Senin sore, akhirnya tim berhasil mengeluarkan tiga korban meninggal akibat tertimpa bangunan masjid.

"Kita berusaha untuk mengeluarkannya mengingat bangunannya ini hancur total, kegencet masuk ke dalam tanah. Ini atap paling atas aja sudah hampir rata dengan tanah," tambahnya.

Belum diketahui berapa persis warga yang tertimpa bangunan masjid ini. Seperti dikutip situs berita VIVA, pengurus masjid, Amaq Muhammad Fajri, mengatakan jumlah jamaah yang melaksanakan salat Isya berjamaah sekitar 1,5 shaf (baris).

Sumber gambar, AFP/Adek Berry

Keterangan gambar,

"Alhamdulillah, ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh," kata Sutopo dalam cuitannya di atas video tersebut.

Bagaimanapun, sampai Selasa (07/08) pagi, tim penyelamat masih terus bekerja keras menangani dampak gempa di Lombok, khususnya di Lombok Utara, namun minimnya alat berat membuat tim SAR harus melakukan sebagian besar evakuasi secara manual.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan beberapa kawasan yang terdampak masih terisolir karena rusaknya jalan, sementara listrik di beberapa daerah masih terputus.

Sumber gambar, AFP/Adek Berry

Keterangan gambar,

Pria itu terlihat menangis dan berucap "la ilaha illallah..." sesaat setelah tim penolong berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan masjid.

Sementara penanganan dan evakuasi korban menghadapi kendala peralatan sehingga banyak dilakukan secara manual.

"Ada beberapa desa, terutama di Lombok Utara, itu ada desa-desa kecil yang kebetulan masyarakat tinggal di bukit-bukit yang memang kondisi jalan ke sana memang sempit, kemudian jalannya mengalami kerusakan," ujar Sutopo Senin (06/08).