Gempa Lombok: Facebook kelirukan istilah "selamat" yang munculkan balon warna-warni

facebook, lombok, gempa Hak atas foto Facebook

Facebook menyatakan pihaknya "menyesal" karena banyak posting tentang gempa yang menewaskan ratusan orang di Lombok, muncul dengan pesannya dihiasi balon dan potongan kertas warna-warni.

Gempa yang terjadi hari Minggu (05/08) itu berkekuatan 7 Skala Richter. Data jumlah korban tewas masih bervariasi, mulai 150-an hingga lebih dari 330an, karena berbagai lembaga menggunakan sumber data yang berbeda.

Berbagai pesan keprihatinan terkait gempa yang diunggah di Facebook itu justru secara otomatis mendapat hiasan tanda ceria dan gembira, dengan balon-balon dan warna-warni, karena adanya penggunaan kata 'selamat.'

Banyak penutur Bahasa Indonesia menuliskan pesan dengan kata "selamat" untuk mengungkapkan kelegaan tentang situasi lolos dari bahaya. Namun sistem dalam Facebook menafsirkannya sebagai ucapan kegembiraan, kebahagiaan, dan turut bersuka cita -sebagaimana selamat ulang tahun, selamat mengarungi pernikahan, dan sebagainya.

Karenanya sistem Facebook memunculkan animasi balon dan potongan kertas (confetti) warna-warni -tanda gegembiraan.

Hak atas foto facebook

Facebook menyatakan fitur tersebut disediakan untuk warga dunia. Di Indonesia muncul untuk kata selamat, di dalam bahasa Inggris, misalnya dapat muncul lewat posting status yang menyatakan "congratulations".

Akhirnya raksasa media sosial tersebut menghentikan sementara fitur itu. Kepada situs berita Motherboard mereka mengatakan: "Kami menyesalkan hal ini muncul dalam konteks yang tidak menguntungkan dan sejak saat itu fitur telah dicabut di sana.

"Kami turut berduka atas apa yang dialami para korban gempa."

Pemerintah Indonesia menyatakan lebih dari 156.000 orang harus mengungsi karena gempa. Puluhan ribu rumah rubuh.

Hak atas foto EPA
Image caption Ratusan orang luka parah akibat gempa.

Korban meninggal terus meningkat, sementara kemungkinan menemukan lebih banyak korban selamat semakin berkurang.

Para pekerja dengan menggunakan alat berat terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di reruntuhan rumah, sekolah dan masjid.

Meskipun demikian, jalan dan jembatan yang rusak memperlambat usaha mencapai daerah yang paling parah terkena bencana di pegunungan Lombok utara dan timur.

Pemerintah meminta tambahan tenaga kesehatan dan pasokan barang-barang kebutuhan dasar.

Para pejabat mengatakan semua wisatawan di kepulauan Gili, lepas pantai Lombok, sekarang sudah diungsikan.

Topik terkait

Berita terkait