Pertemuan Prabowo-SBY berakhir: Sandiaga Uno cawapres kubu Prabowo?

prabowo Hak atas foto ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Image caption Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) melambaikan tangan ke arah wartawan usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (09/08).

Pertemuan Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (09/08), berakhir tanpa ada keterangan resmi tentang hasil pertemuan tersebut.

Pertemuan ini digelar menjelang batas akhir pendaftaran peserta Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu Jumat, 10 Agustus 2018, pukul 24.00 WIB.

Dan sekitar 45 menit kemudian, pertemuan itu berakhir tanpa ada keterangan dari kedua belah pihak tentang hasil pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Prabowo ditemani sejumlah politikus Gerindra seperti Ahmad Muzani, Sugiono, Fadli Zon dan Fuad Bawazier.

Pertemuan SBY-Prabowo semula akan digelar Rabu (08/08) malam di kediaman SBY, tetapi dibatalkan tanpa ada keterangan resmi tentang alasannya.

Sejumlah laporan menyebutkan pembatalan pertemuan pada Rabu malam itu didasarkan pernyataan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, melalui pernyataannya di Twitter dan wartawan.

Kepada wartawan, Andi Arief mempertanyakan apa yang disebutnya sebagai pemunculan sosok Sandiaga Uno sebagai bakal cawapres yang disebutnya akan mendampingi Prabowo Subianto.

"Kami menolak kedatangannya (Prabowo) ke Kuningan (kediaman SBY)," kata Andi Arief, Wakil Sekjen Partai Demokrat, kepada media, Rabu (08/08) malam.

Sandiaga Uno cawapres kubu Prabowo?

Dia kemudian memunculkan istilah "jenderal kardus" untuk Prabowo Subianto dan menduga ada motif uang atas kemunculan nama Sandiaga Uno - pengusaha, politikus dan saat ini menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Beberapa politikus Partai Gerindra membenarkan bahwa sosok Sandiaga Uno telah dimunculkan sebagai alternatif cawapres untuk mendampingi Prabowo.

Nama Sandiaga Uno muncul setelah terjadi beda pendapat di kubu oposisi tentang siapa yang akan ditunjuk sebagai cawapres.

Nama lainnya yang sudah muncul lebih awal adalah Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri dan pendakwah, Ustaz Abdul Somad.

Sebaliknya, nama Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung SBY, sejak awal dimunculkan pula sebagai bakal calon wapres untuk mendampingi Prabowo Subianto, tetapi nama ini ditolak beberapa partai yang menjadi koalisi kubu Prabowo.

Berita ini akan terus dilengkapi.

Berita terkait