Joko Widodo umumkan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden

Ma'ruf Amin Hak atas foto ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Image caption Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis (26/07).

Presiden Joko Widodo memutuskan menunjuk Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019.

Joko Widodo mengumumkan nama cawapres KH Ma'ruf Amin di hadapan wartawan di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (09/08) petang.

"Dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat... maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024 adalah Profesor Doktor KH Ma'ruf Amin," ungkap Presiden Joko Widodo.

Hak atas foto ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Image caption Capres petahana Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) mengumumkan calon wakil presiden pendampingnya dalam Pilpres 2019, di Jakarta, Kamis (09/08).

Saat mengumumkan nama Ma'ruf Amin sebagai cawapres, Jokowi didampingi seluruh pimpinan partai politik yang menjadi koalisinya.

Jokowi kemudian menjelaskan mengapa dirinya memilih Ma'ruf Amin.

Menurutnya, Ma'ruf Amin merupakan "sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana."

"Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Profesor Doktor Kiayi Haji Ma'ruf Amin saat ini juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila."

Ma'ruf Amin, lahir di Tangerang, Provinsi Banten, 11 Maret 1943. Dalam perjalanan hidupnya, Ma'ruf Amin pernah menjadi anggota DPRD, DPR, MPR, serta Dewan Pertimbangan Presiden.

Dia juga pernah menjadi Ra'is Aam PBNU serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

'Saling melengkapi: nasionalis religius'

Ditanya wartawan apa yang ingin ditawarkan dengan menggandeng Ma'ruf Amin sebagai cawapres, Joko Widodo menjawab singkat: "Menurut saya, kami ini saling melengkapi: nasionalis religus."

Bersama Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, serta beberapa nama lainnya, Ma'ruf Amin merupakan nama-nama yang selama ini bereda di masyarakat yang akan mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden.

Dalam perjalanannya, namanya sempat tenggelam, tetapi kemudian muncul lagi menjelang pengumuman Presiden Jokowi pada Kamis (09/10) petang. Semula nama yang lebih santer terdengar adalah Mahfud MD.

Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Ma'ruf Amin merupakan "sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana," kata Presiden Joko Widodo.

Tetapi salah-seorang politikus PKB menulis pesannya di akun Twitternya bahwa calon wakil presidennya adalah Ma'ruf Amin, namanya kemudian disebut lagi.

Dan ternyata cuitan itu benar bahwa ulama kelahiran Tangerang, Banten itu yang akhirnya dipilih Joko Widodo sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019.

Apa komentar Mahfud MD?

Sementara itu, Mahfud MD yang sempat disebut bakal menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo, mengatakan "saya tidak kecewa, ya kaget saja, karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan agak detil."

"Tapi menurut saya biasa di dalam politik, itu tidak apa-apa. Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekesar nama Mahfud MD atau nama Ma'ruf Amin, atau nama siapa ya," kata Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Kamis (09/08) malam.

Untuk itulah, Mahfud menekankan ini sudah menjadi keputusan yang "prosesnya sangat konstitusional".

"Kita dukung, negara ini harus terus berjalan," tandasnya.

Pengamat politik: 'Ma'ruf Amin cenderung agak ke kanan'

Dihubungi secara terpisah, pengamat politik sekaligus Direktur eksekutif LSI, Kuskrido Ambardi, mengatakan pilihan Joko Widodo terhadap Ma'ruf Amin merupakan "kejutan".

"Selama ini memang muncul dalam bursa, tetapi belakangan saja dan tidak banyak disebut. Oleh karena itu saya tidak terlalu mengeksplorasi nama ini (Ma'ruf Amin)," kata Kuskrido Ambardi kepada BBC News Indonesia, Kamis (09/10) malam.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Image caption Bersama Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, serta beberapa nama lainnya, Ma'ruf Amin merupakan nama-nama yang selama ini bereda di masyarakat yang akan mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden.

"Kalau kita lihat dalam survei-survei kita, itu Kiai Ma'ruf Amin itu tidak masuk dalam top of mind, istilah orang-orang lembaga survei," katanya lebih lanjut.

Menurutnya, calon presiden atau calon wakil presiden yang dipilih oleh pemilih Indonesia yang spontan, tanpa harus diberikan daftar nama itu, nama Kiai Ma'ruf Amin ini "sangat kecil persentasenya".

Tentang label Islam yang melekat pada sosok Ma'ruf Amin, Kuskrido menyebutnya sebagai "Islam tradisional".

"Karena dia besar di lingkungan NU dan dia juga memang masuk dalam lingkaran elite kiai-kiai NU. Seperti 'ketua DPR' nya di NU. Berarti dia kiai yang dihormati di NU," paparnya.

Mengomentari kaitan antara sosok Ma'ruf Amin dan gerakan politik bernama 212 terkait Pilkada Jakarta, Kuskrido mengatakan "seingat saya Kiai Ma'ruf Amin itu termasuk yang bersimpati terhadap gerakan itu".

"Meskipun NU mayoritas itu moderat, tetapi di sana ada spektrum pemikiran... Kalau dalam spektrum antara yang moderat dan kanan, Kiai Ma'ruf Amin cenderung untuk yang agak ke kanan," tandasnya.

Ma'ruf Amin: Saya ditelpon Mensesneg Kamis sore

Setelah dirinya ditunjuk sebagai cawapres untuk mendampingi Joko Widodo dalam pilpres 2019, Ma'ruf Amin menuju kantor PBNU pada Kamis (09/10) malam. Di sana, Ma'ruf menjawab pertanyaan wartawan.

"(Kamis) sore saya ditelpon Sesneg (Mensesneg Praktikno)," ungkap Ma'ruf saat ditanya wartawan kapan dia dihubungi Kantor Kepresidenan perihal pencalonannya sebagai wapres.

"Sebelumnya saya ditanya, maukah jadai cawapres alternatif? (Saya jawab) Siap!" ungkapnya.

Ditanya kenapa mau menerima tawaran itu, Ma'ruf mengatakan: "Loh, kan berarti saya harus mengabdi kepada negara. Panggilan negara..."

Menurutnya, dia beberapa kali diskusi politik dan keutuhan bangsa. "Nah, kemudian ternyata banyak akurnya (saya dengan Jokowi). Cocok..."

Berita terkait