'Walau kecewa, PD tidak khianati koalisi': Partai Demokrat akhirnya dukung Prabowo-Sandiaga

Prabowo-SBY Hak atas foto Abror Rizki/Detikcom
Image caption Di hari terakhir pendaftaran bakal capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Demokrat akhirnya memutuskan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Di hari terakhir pendaftaran bakal capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Demokrat akhirnya memutuskan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kepastian ini diungkapkan Prabowo Subianto setelah bertemu Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya, Jumat (10/08) siang.

Dalam kunjungannya itu, Prabowo didampingi politikus Gerindra dan PAN seperti Amien Rais, Zulkifli Hasan, Eddy Soeparno, serta Ahmad Muzani. Belakangan, Sandiaga menyusul dalam pertemuan itu.

Sejumlah laporan menyebutkan, dalam pertemuan itu, SBY menandatangani berkas terkait pendaftaran capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

"Saya merasa sangat dihormati, sangat tersanjung. Beliau (SBY) adalah panutan kita, berjiwa besar," ujar Prabowo Subianto usai bertemu SBY di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Di hadapan wartawan, Prabowo kembali menyinggung tentang keinginan partai-partai koalisinya agar kader terbaiknya diusung sebagai cawapres. Namun menurutnya semua akhirnya menerima pencalonan Sandiaga Uno.

"Mereka semua berkorban untuk negara dan bangsa. Saya kira ini sesuatu kekuatan yang besar," sebut Prabowo.

Hak atas foto Abror Rizki/Kompas
Image caption Dalam kunjungannya itu, Prabowo didampingi politikus Gerindra dan PAN seperti Amien Rais, Zulkifli Hasan, Eddy Soeparno, serta Ahmad Muzani. Belakangan, Sandiaga menyusul dalam pertemuan itu.

Sejumlah laporan menyebutkan, Partai Demokrat sebelumnya telah memutuskan mendukung duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Keputusan itu diambil melalui sidang Majelis Tinggi Partai Demokrat yang digelar Jumat (10/08) pagi ini di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta.

"Proses yang penuh dengan tarik-menarik dan kritik dalam dua hari ini adalah dinamika. Kita tetap berpendirian walau langit runtuh, kita tetap dukung koalisi," kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan.

Menurutnya, partainya tidak ingkar janji tentang komitmen koalisinya dengan Prabowo Subianto, walaupun dia mengaku kecewa setelah kubu koalisi memilih Sandiaga sebagai cawapres.

"Meski kecewa dengan proses pengambilan keputusan di luar kesepakatan dengan Pak Prabowo, namun kita tetap bersikap tidak akan khianati komitmen koalisi," tandasnya.

Keputusan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga juga disampaikan Wakil Ketua Majelis Tinggi Demokrat EE Mangindaan dalam jumpa pers di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (10/08).

Koalisi Partai Demokrat dan partai-partai pendukung Prabowo nyaris berantakan ketika muncul cawapres alternatif, Sandiaga Uno.

Kemunculan nama Sandiaga dalam bursa cawapresnya Prabowo kemudian dipertanyakan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyebutnya sebagai peningkaran komitmen awal untuk mengusung AHY alias Agus Harimurti Yudhoyono.

Itulah sebabnya, tidak ada pimpinan Partai Demokrat saat Prabowo mengumumkan siapa cawapresnya di depan kediamannya pada Kamis (09/08) malam.

Namun menjelang penutupan pendaftaran bakal capres dan cawapres pada Jumat (10/08), Partai Demokrat akhirnya memutuskan tetap mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Berita terkait