Seorang bocah selamat dari kecelakaan pesawat perintis di Papua

Jumaidi mengalami patah tulang di tangannya dan kini sedang dirawat di RS Bhayangkara di Jayapura

Sumber gambar, Polda Papua

Keterangan gambar,

Jumaidi mengalami patah tulang di tangannya dan kini sedang dirawat di RS Bhayangkara di Jayapura

Seorang bocah berusia 12 tahun ditemukan selamat dalam musibah jatuhnya pesawat perintis Dimonim di Oksibil, Papua. Sementara, 8 korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pada Sabtu (11/08) ditemukan hancur di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon pada Minggu (12/08) pagi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menuturkan bocah laki-laki bernama Jumadi itu kemudian dievakuasi ke RSUD Oksibil melalui jalan darat. Namun kemudian dibawa ke Jayapura untuk perawatan intensif.

"Yang selamat, anak-anak umur 12 tahun atas nama Jumaidi, tadi dievakuasi langsung dibawa ke Jayapura untuk dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura," ujar Ahmad Mustofa Kamal kepada BBC News Indonesia, Minggu (12/08) sore.

Adapun kondisi anak tersebut hanya mengalami patah tulang di tangan kanannya.

Lebih jauh Ahmad menjelaskan kronologi musibah pesawat naas itu bermula ketika pesawat Dimonim Air PK-HVQ, Tipe PAC 750XL milik PT Martha Buana Abadi yang membawa tujuh penumpang terbang dari Bandar Udara Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Sabtu (11/08) sekitar pukul 13.00 WIT.

Sumber gambar, Polda Papua

Keterangan gambar,

Pesawat ditemukan hancur di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon

Semestinya pesawat itu menempuh perjalanan selama 40 menit menuju tujuan, namun pada menit ke-30, pesawat tersebut hilang kontak.

"Pada saat itulah kita kehilangan kontrak," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Ditjen Perhubungan Udara Sindu Rahayu mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan PK-HVQ dijadwalkan mendarat pukul 14.30 WIT di Bandara Oksibil, namun hilang kontak pukul 14.17 WIT.

Pesawat itu terakhir melaporkan berada di posisi ketinggian 7.000 kaki.

Sumber gambar, Polda Papua

Keterangan gambar,

Evakuasi pesawat dimulai pada Minggu (12/08) pukul 06.00 WIT oleh tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Pemda dan masyarakat setempat

"Upaya pencarian pesawat PK-HVQ juga dilakukan dengan cross check traffic ke Tower Tanah Merah, Dekai, Sentani dan Wamena sampai dengan pukul 15.35 WIT. Pukul 15.46 WIT Distress phase (DETRESFA) progres tentang keberadaan pesawat belum mendapatkan titik terang," kata Sindu dalam keterangan tertulis.

Pada sore harinya, masyarakat melaporkan adanya pesawat yang terbang rendah di wilayah Gunung Menuk, Distrik Aerambakon.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menambahkan evakuasi pesawat dimulai pada Minggu (12/08) pukul 06.00 WIT oleh tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Pemda dan masyarakat setempat sebanyak 60 orang.

"Kemudian dievakuasi, jam 12.00 WIT korban sudah sampai ke RSUD Oksibil,"

Tapi karena fasilitas terbatas di RS Oksibil, korban yang selamat kemudian di bawa ke Jayapura.