Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ikuti tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto

capres, cawapres

Sumber gambar, Antara/SIGID KURNIAWAN

Keterangan gambar,

Bakal calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8).

Setelah pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjalani tes kesehatan bakal calon presiden dan calon wakil presiden pada Minggu (12/8), giliran pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yang menjalani tes serupa pada Senin (13/8) pagi WIB.

Sebelum mengikuti tes wajib ini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Sandiaga Uno, sempat berbincang sejenak dengan para wartawan.

Mereka tampak mengenakan pakaian ala kimono khas rumah sakit. Saat itu, Prabowo mengaku diperiksa banyak hal.

"Periksa darah, periksa USG, periksa gigi, periksa dalam, periksa kencing, pipis," kata Prabowo kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Menurutnya, sebelum tiba di rumah sakit tersebut, dia sudah berpuasa sejak Minggu (12/8) pukul 20.00 WIB.

Adapun rangkaian tes itu akan berlangsung selama tujuh jam.

"Direncanakan sampai jam 5 atau 6 (sore). Mudah-mudahan cepat," ujarnya.

"Saya mantan tentara yang takut dokter, terutama takut suntik. Saya lebih baik suruh terjun saja," guraunya.

Sumber gambar, Antara/SIGID KURNIAWAN

Keterangan gambar,

Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno, tiba di RSPAD Gatot Soebroto, Senin (13/8).

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Setelah memperoleh hasil tes kesehatan Prabowo-Sandiaga, tim dokter RSPAD dijadwalkan untuk menyerahkan dokumen tersebut berikut hasil tes kesehatan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (13/8) malam.

"Jadi setelah selesai pemeriksaan secara keseluruhan, tim dokter langsung melakukan rapat pleno nanti malam direncanakan hasilnya sudah bisa disampaikan ke KPU," kata Ketua KPU Arief Budiman di RSPAD Gatot Soebroto.

Pengumuman tes kesehatan, imbuh Arief, akan dipaparkan bersamaan dengan persyaratan lainnya.

Dia menjelaskan bahwa tes kesehatan ini tidak menentukan lolos tidaknya bakal pasangan capres-cawapres. Tes kesehatan akan diakumulasikan dengan persyaratan lainnya, kemudian akan ditentukan mana yang memenuhi syarat atau tidak.

"Syarat kesehatan jasmani dan rohani hanya salah satu dari sekian banyak syarat yang harus dilengkapi. Syarat itu kan akumulatif jadi seluruh syarat harus terpenuhi. Di antara salah satu syarat tak terpenuhi, maka bisa dinyatakan tidak memenuhi sarat," papar Arief.

Merujuk pada peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon presiden dan calon wakil presiden wajib menjalani tes kesehatan, guna memastikan keduanya mampu menjalankan tugas secara jasmani dan rohani sesuai standar pemeriksaan kesehatan ini ditentukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penilaian kesehatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.