Diusir saat meliput wabah campak di Papua, wartawan BBC Indonesia mendapat anugerah Udin Award

affan Azul Udin Award Hak atas foto AJI Indonesia
Image caption Heyder Affan dari BBC Indonesia (kiri) dan pemimpin redaksi tempo, Arif Zulkifli, menerima Udin Award, dari anggota dewan juri, Hesthi Murti.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menganugerahkan Udin Award kepada wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan yang diusir bersama timnya dari Papua saat meliput wabah campak di Papua awal tahun ini.

Perjalanan liputan ke Papua saat itu dilakukan Affan bersama dua wartawan BBC News Indonesia lain, Rebecca Henschke dan Dwiki Martha. Udin Award juga diberikan kepada Kelompok Tempo Media, yang teguh menghadapi tekanan antara lain dari kelompok Front Pembela Islam setelah menurunkan karikatur yang dianggap melecehkan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

AJI juga memberikan SK Trimurti Award kepada Devi Asmarani, pemimpin redaksi situs perempuan dan keberagaman gender, Magdalene.co, serta Tasrif Award kepada Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, MAFINDO, kelompok yang berjuang meluruskan berita palsu atau hoaks.

Pengumuman dan penyerahan pemenang Udin Award dilakukan di malam peringatan 24 tahun AJI yang berlangsung di Bentara Budaya, Jakarta, Jumat (7/9).

"Sejak beberapa tahun, tak ada penerima Udin Award, dan kami senang sebetulnya karena Udin Award menandakan terjadinya tekanan berat terhadap kebebasan pers," kata Abdul Manan, Ketua Umum AJI Indonesia.

"Namun kali ini, dewan juri yang diketuai Direktur YLBHI, Asfinawati, justru memilih dua penerima. Jadi ini sangat unik, tapi mudah-mudahan ini bukan berarti pembungkaman terhadap kebebasan pers akan benar-benar kembali marak." tambahnya.

Udin Award, Tasrif Award, dan SK Trimurti Award, adalah tiga penghargaan tahunan yang diumumkan dan diberikan AJI bertepatan dengan peringatan ulang tahun AJI yang didirikan 8 Agustus 1994.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Heyder Affan dan tim BBC News Indonesia, menjelang naik perahu yang akan membawanya dari Agats menuju bandara Ewer untuk terbang ke Timika, lalu kembali Jakarta.

Penamaan Udin Award diambil dari nama panggilan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, yang meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 di Yogyakarta. Udin dianiaya orang tidak dikenal karena berita korupsi yang ditulisnya pada 13 Agustus 1996, dan meninggal dunia tiga hari kemudian. Sampai saat ini pelaku pembunuhan Udin tak pernah terungkap, dan kasusnya dihadapkan pada jalan buntu.

Udin Award diberikan pada wartawan atau media yang mengalami tekanan atau kekerasan dalam menjalankan kerja jurnalistik.

Image caption Heyder Affan dan tim harus kembali ke Jakarta hanya bebrapa hari setelah melakukan liputan di Papua.

Dalam catatan AJI, setidaknya ada 75 kasus tekanan kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi sepanjang rentang waktu Agutsus 2017-Agustus 2018.

"Yang menggejala secara khusus adalah intimidasi di ranah media sosial, dan pengusiran. Bahkan sebagian berujung pada persekusi terhadap media dan jurnalis oleh kelompok yang tidak setuju dengan pemberitaan," kata Asfinawati, ketua juri Udin Award.

Kali ini Udin diberikan kepada dua pihak: Heyder Affan, wartawan BBC News Indonesia, dan majalah Tempo.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Affan dan juru kamera Dwiki Martha, saat baru tiba di Agats, meliput wabah campak dan izi buruk di kawasan itu yang menewaskan lebih dari 70 orang, sebagian besar anak-anak.

Affan dan tim BBC News Indonesia dipilih untuk apa yang mereka alami saat meliput wabah campak di Papua, akhir Januari lalu: Mereka menderita tekanan berat, diinterogasi intensif, dilarang melanjutkan liputan dan diusir keluar Papua.

Heyder Affan adalah wartawan kawakan BBC Indonesia, yang telah meraih berbagai penghargaan jurnalistik. Sebelumnya, Affan antara lain memenangkan Diversity Award 2016, untuk seri liputannya tentang keturunan Arab di Indonesia.

Kelompok Tempo Media dihargai untuk keteguhan mereka menghadapi berbagai tekanan, antara lain dari kelompok Front Pembela Islam setelah menurunkan karikatur yang dianggap melecehkan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Sementara Tasrif Award didedikasikan untuk mengenang Suardi Tasrif, sosok yang dikenal sebagai "Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia."

Tasrif Award diberikan sebagai penghargaan bagi perorangan maupun kelompok atau lembaga yang karyanya berdampak pada kemerdekaan pers dan kemerdekaan berpendapat. Juri yang diketuai Savic Ali, kali ini memberikan Tasrif Award kepada Mafindo untuk usaha mereka dalam memerangi masifnya sebaran konten-konten bohong atau hoax.

"Mafindo, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, satu di antara lembaga yang peduli pada kerja-kerja verifikasi konten hoax. Hingga satu setengah tahun sejak berdiiri, lembaga ini sudah memverifikasi setidaknya 2.000 konten yang teridentifikasi hoaks yang menyebar di media sosial, dengan kerja-kerja pengecekan fakta yang melibat banyak sukarelawan yang tersebar di banyak kota di Indonesia," kata Savic.

Hak atas foto AJI Indonesia
Image caption Septiaji Eko Nugroho alias Zek, Ketua Mafindo, menerima Tasrif Award dari Ketua Juri, Savic Ali.

Sementara SK Trimurti Award adalah penghargaan yang diambil namanya dari salah satu perempuan perintis jurnalisme Indonesia, SK Trimurti, diberikan kepada perempuan wartawan atau pegiat atau tokoh masyarakat yang berbuat sesuatu bagi kepentingan orang banyak melalui media.

Juri SK Trimurti Award yang diketuai komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin, kali ini diberikan kepada Devi Asmarani, pemimpin redaksi dan pendiri Magdalene.co, sebuah media online yang mengkhususkan diri pada pembahasan masalah perempuan dan keberagaman gender.

Pada malam penyerahan, Devi Asmarani sedang berada di London, sehingga SK Trimurti Award diterima oleh perwakilian Magdalene.co.

Acara itu juga ditandai oleh orasi budaya dari pakar hukum yang merupakan mantan ketua Dewan Pers, Bagir Manan.

Berita terkait