Palu: Kondisi sebelum dan sesudah gempa termasuk di Petobo dan Balaroa

Petobo

Foto-foto satelit memperlihatkan skala kerusakan akibat gempa dan tsunami yang menghantam Palu, Sulawesi Tengah, termasuk di kawasan Balaroa, Petobo, dan Palu Grand Mall.

Hingga Selasa (02/10) petang, korban meningal mencapai setidaknya 1.374 orang, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat lain mengatakan angka korban dikhawatirkan akan bertambah begitu kawasan-kawasan yang sejauh ini terputus, bisa diakses oleh personel TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.

Dari foto-foto satelit, terlihat jelas perbedaan antara foto yang diambil pada 17 Agustus dan pada 1 Oktober di kawasan perumahan Petobo.

Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan di Petobo ini terdapat setidaknya 744 unit rumah warga yang "tertelan lumpur" dalam fenomena yang dikenal dengan likuifaksi.

Sutopo mengatakan sedimen-sedimen bawah tanah mencair akibat tekanan gempa dan menjadi seperti lumpur.

Lumpur inilah yang menelan rumah-rumah warga.

Sutopo mengatakan kemungkinan ada "ratusan" warga yang rumahnya terkena likuifaksi.

Sementara menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, seperti dikutip Kompas.com,"ribuan orang diperkirakan masih tertimbun tanah bersama bangunan di dua lokasi itu."

Kerusakan juga terlihat jelas dari foto satelit kawasan Balaroa.

Sutopo mengatakan terdapat 1.747 unit rumah di kawasan ini.

Gempa membuat ada bagian-bagian yang yang ambles lima meter, sementara di bagian lain naik beberapa meter.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti jumlah korban di Balaroa.

Sutopo mengatakan evakuasi korban sudah dan tengah dilakukan, meski diakui hal ini tak mudah.

Topik terkait

Berita terkait