Gempa tsunami Palu Donggala: Korban tewas menjadi 2.010 orang, relawan asing 'diusir'

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Bantuan pertama untuk korban gempa di desa yang terisolasi di Donggala

Jumlah korban tewas seperti dicemaskan terus bertambah, kini tercatat 2.010 orang, dan dalam pencarian terakhir ditemukan 46 jenazah; sementara sebuah desa terkucil di Donggala, mendapat bantuan untuk pertama kalinya, melalui helikopter.

Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, lembaga-lembaga asing yang hendak turut memberikan bantuan kemanusiaan, jika tidak melalui mitra Indonesia, akan diusir, sebagaimana terjadi pada sejumlah relawan Prancis yang baru dipulangkan.

Sejauh ini, korban tewas paling banyak ditemukan di Palu yang mencapai 1.601 orang. Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 671 orang.

Hak atas foto BBC News Indonesia

Sutopo juga mengatakan, hari Senin kemarin Tim SAR Basarnas menemukan 46 jenazah lagi. Sehingga total jumlah korban yang ditemukan Tim SAR adalah 864 orang. Sementara temuan korban dari relawan dan masyarakat sebanyak 1.232 orang.

Menurut Sutopo, relawan atau lembaga asing 'yang tak terdaftar' akan ditolak masuk ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan pemerintah hanya menerima empat jenis bantuan: genset, tenda, water treatment, dan transportasi udara.

"Yang bisa menentukan perlu atau tidak, adalah pemerintah Indonesia. Kecuali pesawat butuh mekanik, ya boleh. Water treatment, ya boleh. Tapi kalau tiba-tiba relawan asing nyelonong melakukan SAR (pencarian dan penyelamatan), ya enggak boleh," kata Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Graha BNPPB, Selasa (9/10/2018).

Sebelumnya lima relawan asing dari lembaga ACTED atau organisasi nirlaba dari Prancis yang melayani bantuan tanggap darurat bencana diharuskan keluar dari Palu, dengan dalih para relawan tersebut tidak terdaftar di Indonesia.

Namun kata Sutopo, kendati lembaga asing itu sudah terdaftar di Kementerian Luar Negeri, tetap saja mereka baru bisa terlibat dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah jika terkait pada empat bidang utama yang ditentukan pemerintah itu.

Hak atas foto Getty Images

Sutopo menegaskan kebutuhan relawan di lapangan sudah dicukupi oleh relawan lokal.

Sejumlah relawan dan tokoh lembaga internasional yang terkena dampak kebijakan ini, menyatakan kekecewaannya pada BBC News Indonesia, namun menolak untuk memberikan pernyataan.

Menyangkut proses evakuasi, Sutopo menyebut, telah digelar rapat koordinasi yang melibatkan antara lain BNPB, Basarnas, Bupati Sigi, Walikota Palu, camat, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Kagasgabpad, disimpulkan bahwa proses pencarian benar-benar akan dihentikan pada 11 Oktober.

Sementara lokasi bekas likuifaksi, akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau atau Memory Park. Dia juga memastikan lokasi itu tidak boleh lagi digunakan untuk pemukiman lantaran terlalu berbahaya.

Situasi Donggala

Sementara itu, Desa Walandano, Kabupaten Donggala, untuk pertama kalinya didatangi tim darurat yang dengan helikopter mengirim bantuan satu ton berisi makanan dan minuman untuk sekitar 1.000 jiwa.

Gempa dan tsunami di pesisir Donggala mengakibatkan akses jalan darat terputus. Desa Walandano adalah tempat terdekat dari episentrum gempa yang berkekuatan 7,4 skala Richter pada jumat lalu (28/9).

Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Kerusakan terparah terlihat di sepanjang pesisir Donggala, terutama di bagian tanjung tempat desa Walandano bermukim.

Jarak dari kota Palu menuju desa Walandano adalah 115 kilometer. Dari udara, pilot helikopter milik TNI Angkatan Udara, Kapten Penerbang Rizki Randiguna menjelaskan bahwa jalan rusak itu paling banyak terdapat di pesisir Donggala, akses darat satu-satunya menuju desa.

Letaknya di semenanjung, dan jauh dari kota. "Longsoran terlihat dari udara, banyak sekali, sehingga bantuan harus dikirimkan lewat udara." kata Kapten Rizki kepada Silvano Hajid dan Dwiki Marta dari BBC News Indonesia.

Hak atas foto BBC News Indonesia

Setelah lebih dari sepekan kondisi darurat berlangsung, warga desa Walandano mengungsi secara swadaya di area perbukitan di pinggir pantai.

"Warga desa lebih kooperatif, mereka tidak mengerumuni helikopter." Papar Rizki. Dari udara, daerah perbukitan mengalami kerusakan yang minim.

Dalam satu hari, terdapat dua sampai tiga kali perjalanan menuju tempat-tempat yang terisolasi. Di sebelah selatan Palu, fokus pengiriman bantuan di Kabupaten Sigi, sementara bagian baratnya, fokus di Kabupaten Donggala.

Tim BBC News Indonesia, mengikuti jalannya pengiriman bantuan lewat udara dari Bandara Mutiara Sis Aljufri. Perjalanan menggunakan helikopter memakan waktu 30 menit.

Kerusakan terparah terlihat di sepanjang pesisir Donggala, terutama di bagian tanjung tempat penduduk Desa Walandano bermukim.

Tim hanya memiliki waktu dua menit untuk dapat melihat langsung warga desa yang langsung mendatangi bantuan setelah diturunkan dari helikopter.

Topik terkait

Berita terkait