Sembilan anggota keluarga pegawai PLN tewas akibat tsunami Selat Sunda

Kondisi warung merangkap rumah milik warga porak-poranda setelah diterjang gelombang tinggi di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Minggu (23/12) Hak atas foto ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Image caption Kondisi warung merangkap rumah milik warga porak-poranda setelah diterjang gelombang tinggi di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Minggu (23/12)

Sekitar 250 orang yang terdiri dari pegawai PT PLN Transmisi Jawa Barat- Banten dan keluarga mereka sedang berkumpul di pinggir pantai sambil menikmati pertunjukan dari band Seventeen ketika tiba-tiba gelombang laut menerjang mereka. Sembilan di antaranya ditemukan tewas.

Juru bicara PT PLN (Persero) I Made Suprateka menjelaskan mereka saat itu sedang melakukan acara gathering tahunan yang digelar di Pantai Tanjung Lesung, Jawa Barat.

"Tanpa diduga-duga, tanpa ada gejala muncul ombak besar yang menyapu," ujar I Made Suprateka kepada BBC News Indonesia, Minggu (23/12) pagi.

Made menjelaskan, sebagian besar ditemukan selamat, namun ada beberapa yang belum terkonfirmasi karena pada saat peristiwa terjadi, telpon seluler mereka tersapu gelombang dan mereka lari menyelamatkan diri.

"Namun dari konfirmasi di lapangan memang sampai saat ini sudah ditemukan ada sembilan yang wafat, terdiri dari pegawai, orang tua, istri dan anak kecil," jelas Made.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Image caption Sejumlah warga mengungsi ke Masjid Jami Al-Mu'min di Kampung Laba, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam

"Total yang terindentifikasi baru sembilan," imbuhnya.

Sebanyak 133 orang ditemukan selamat dan 19 orang belum ditemukan.

Sementara, korban yang mengalami luka sebanyak 24 orang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, ada beberapa di antara mereka yang masih berada di posko pelaporan

Kendati begitu, Made belum dapat memastikan berapa jumlah orang yang selamat dan hilang dalam peristiwa semalam.

"Saya tidak tahu persis, tapi sudah banyak. Karena situasinya ada yang hp-nya hilang, ada yang langsung pulang.

Adapun kejadian itu berlangsung ketika Seventeen baru menyanyikan lagu kedua mereka. Posisi panggung tepat membelakangi laut.

Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Sayangnya saat arusnya surut, beberapa anggota band tak berhasil menyelamatkan diri.

Pemain bas, dan manajer band ditemukan tewas sementara, gitaris, drumer dan kru dan istri sang vokalis belum ditemukan.

Topik terkait

Berita terkait