Muncul kecemasan tsunami akan terjadi lagi karena gunung Anak Krakatau terus meletus

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Tsunami Selat Sunda: 'Saya buka pintu dan air masuk memenuhi rumah'

Warga yang mendiami kawasan pesisir di dekat gunung berapi Anak Krakatau telah diperingatkan agar menjauhi pantai di tengah kekhawatiran kemungkinan akan terjadi tsunami lagi.

Pada Sabtu (22/12) malam, gelombang raksasa menghantam sejumlah kawasan di pesisir selatan Sumatra dan ujung barat Jawa, menewaskan sedikitnya 222 orang dan melukai 843 orang lainnya.

Diperkirakan aktivitas vulkanik telah memicu tanah longsor di bawah laut yang pada gilirannya menghasilkan gelombang raksasa.

Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada Minggu (23/12), dan memuntahkan abu dan asap tebal.

Rekaman video yang diabadikan dari atas pesawat memperlihatkan skala erupsi Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, antara Pulau Sumatra dan Jawa.

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan meminta keluarga korban bersabar.

Upaya penyelamatan terhambat oleh jalan yang terhalang reruntuhan, tetapi peralatan berat telah dikirim ke wilayah yang terdampak paling parah untuk membantu mencari korban.

Apa peringatan yang diberikan kepada warga?

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers mengatakan, "Rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan warga tidak boleh melakukan aktivitas di pantai dan sebaiknya tinggal jauh dari kawasan pantai untuk sementara waktu."

Hak atas foto Gallo Images/Orbital Horizon/Copernicus Sentin
Image caption Citra satelit memperlihatkan Anak Krakatau saat meletus pada Agustus 2018 lalu.

"Potensi tsunami baru masih mungkin terjadi, karena letusan gunung berapi Anak Krakatau terus terjadi, yang berpotensi memicu tsunami," katanya.

Gunung Anak Krakatau, yang terbentuk pada 1927 setelah letusan gunung berapi Krakatau, meningkat aktivitasnya dalam beberapa bulan terakhir dan warga diminta agar menghindari lokasi di sekitar kawahnya.

Pada Jumat (21/12), gunung itu meletus selama dua menit dan 12 detik, menciptakan awan yang membumbung hingga 400 meter di atas gunung.

Mengapa tsunami pada Sabtu mematikan?

Tsunami menghantam daratan sekitar pukul 21:30 WIB saat libur akhir pekan. Sinyal peringatan adanya kemungkinan tsunami biasanya muncul seandainya tsunami itu dipicu oleh gempa bumi.

Namun pada Sabtu, air laut tidak surut seperti dalam tsunami gempa bumi. Para ahli mengatakan jika ada peringatan di dekat gunung berapi, maka akan ada waktu siaga untuk bisa menyelamatkan diri.

Hak atas foto Social media
Image caption Cuplikan video yang tersebar di media sosial memperlihatkan gelombang raksasa menghantam panggung pertunjukan di sebuah resor, ketika band rock Indonesia terkenal, Seventeen tengah tampil.

Ombak menghancurkan ratusan bangunan, menyapu mobil dan menumbangkan pohon di sejumlah tujuan wisata populer termasuk beberapa resor di pantai Tanjung Lesung.

Cuplikan video yang tersebar di media sosial memperlihatkan gelombang raksasa menghantam panggung pertunjukan di sebuah resor, ketika band rock Indonesia terkenal, Seventeen tengah tampil.

Sebagian anggota band terlihat tersapu saat gelombang menghancurkan panggung tersebut.

Para pejabat mengatakan lebih dari 160 orang tewas di kawasan wisata Pandeglang di ujung barat pulau Jawa.

Adapun di Sumatra, 48 orang dilaporkan tewas di Lampung Selatan, dan kematian juga dilaporkan menimpa warga di Kabupaten Serang dan Tanggamus.

Sejauh ini, tidak ada warga negara asing yang dilaporkan tewas, kata para pejabat.

Apa faktor penyebab tsunami Selat Sunda?

Jonathan Amos, Wartawan sains BBC

Semua orang yang tinggal tidak jauh dari Gunung Anak Krakatau mengetahui dan mewaspadai gunung berapi yang muncul dari bawah laut sekitar 100 tahun lalu.

Tetapi gemuruh dan letusannya digambarkan para ahli setempat sebagai relatif rendah dan tidak selamanya berlanjut.

Namun gunung berapi Anak Krakatau memiliki kapasitas yang dapat menghasilkan gelombang raksasa.

Citra satelit pertama setelah peristiwa pada hari Sabtu menunjukkan adanya reruntuhan di sisi barat laut gunung berapi tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan jutaan ton longsoran gunung itu jatuh ke laut, yang mendorong gelombang air laut ke segala arah

Seberapa sering tsunami terjadi di Indonesia?

Wilayah Indonesia rentan terhadap tsunami karena terletak di Cincin Api, sehingga gempa bumi dan letusan gunung berapi sering terjadi.

Pada September lalu, lebih dari 2.000 orang meninggal ketika gempa dahsyat menghantam wilayah tengah Pulau Sulawesi yang memicu tsunami di kota pantai Palu dan sekitarnya.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
BNPB: Tsunami di Selat Sunda adalah fenomena langka.

Pada 26 Desember 2004, serangkaian gelombang besar yang dipicu oleh gempa kuat di Samudera Hindia telah menewaskan sekitar 228.000 orang di 13 negara, yang sebagian besar korbanny adalah warga Aceh.

Namun demikian, tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik seperti yang terjadi di Selat Sunda jarang terjadi.

Sejarah letusan Gunung Krakatau

Hak atas foto Oystein Lund Andersen
Image caption Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 lalu.

Pada Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus yang disebut sebagai salah satu letusan gunung berapi yang paling mematikan dalam sejarah:

  • Terjadi tsunami yang gelombangnya mencapai hingga 41 meter dan menewaskan lebih dari 30.000 orang
  • Ribuan orang lainnya tewas akibat awan panas gunung tersebut.
  • Letusannya setara dengan 200 megaton TNT - sekitar 13.000 kali bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945
  • Letusannya terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya
  • Suhu bumi turun lebih dari satu derajat celcius pada tahun-tahun berikutnya
  • Pulau vulkanik itu kemudian menghilang.

Berita terkait