Heboh penembakan TNI di Jatinegara: "Terduga pelaku, anggota TNI AU yang mabuk"

POLICE Hak atas foto JEWEL SAMAD/GETTY IMAGES
Image caption "Dari hasil oleh TKP kita menemukan ada kendaraan dinas TNI dan ada selongsong peluru dan ada CCTV yang dijadikan bukti pentunjuk disana," kata polisi.

Penyelidikan sementara menyimpulkan bahwa penembakan Selasa (25/12) malam yang menewaskan seorang anggota TNI AD, yang pembunuhnya diduga anggota TNI AU yang sedang mabuk, merupakan pidana murni.

Kapendam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi mengatakan ia yakin bahwa itu adalah kriminal murni karena terduga pelaku, Serda JD, sedang mabuk. Namun menyebut mereka tetap akan mendalami motivasi penembakan.

Korban diidentifikasi sebagai Letkol (TNI AD) Dono Kuspriyanto, mengenakan pakaian sipil kendati menggunakan kendaraan dinas saat kejadian. Terduga pelaku, Serda JR, ditemukan dalam keadaan mabuk.

Kristomei Sianturi juga memaparkan bahwa dalam hasil penyelidikan sementara, peristiwanya berawal dari saling serempet kendaraan antara yang digunakan korban dengan sepeda motor yang digunakan oleh terduga pelaku penembakan.

"Karena korban tidak berhenti, terduga pelaku berusaha mengejar. Dan korban bisa dikejar oleh terduga pelaku," kata Kristomei kepada para wartawan.

"Kemudian terduga pelaku memarkirkan kendaraannya, mengeluarkan tembakan -- dua tembakan di depan. Kemudian kendaraan korban masih terus melaju, dan ditembak lagi oleh pelaku -- dua tembakan di belakang."

Korban, Letkol Dono Kuspriyanto, meninggal dunia di TKP dengan dua luka tembakan: di pelipis dan di punggung tembus ke perut.

Kasubdispenum AU Letkol Sus M Yuris menegaskan bahwa terduga pelaku sbeelumnya telah diuji dan 'layak menggunakan senjata'. Namun karena di bawah pengaruh alkohol diduga "memicu emosi dan melakukan penembakan".

Yuris juga mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan ponsel korban diketahui bahwa antara tersangka dan korban tidak saling mengenal.

Dalam jumpa pers itu, Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memaparkan bahwa awalnya, di hari Natal itu kepolisian menerima laporan pada pukul 22.30 tentang sebuah mobil yang mesinnya masih hidup namun pengendaranya terluka.

Lalu polisi mengirimkan petugas. "Dan betul di TKP, ada sebuah mobil milik TNI yang masih mesinnya hidup dan pengemudinya tergeletak," jelas Argo kepada para wartawan dalam jumpa pers pada Rabu (26/12).

Polisi kemudian membawa korban ke RS Polri Kramat Jati untuk menyelamatkannya. "Ternyata korban sudah meninggal dunia dan kami melakukan visum," ujar Argo.

Kepolisian langsung melakukan koordinasi dengan TNI pada pukul 23.00, dan membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kejadian penembakan.

"Dari hasil oleh TKP kita menemukan ada kendaraan dinas TNI dan ada selongsong peluru. Dan ada CCTV yang dijadikan bukti petunjuk disana," ungkap Argo

Argo menambahkan, bahwa dari dua saksi mata yang dimintai keterangan dan setelah ditunjukkan fotonya, tim gabungan menduga bahwa juga adalah anggota TNI.

Dan pada pukul empat pagi tim gabungan berhasil menangkap terduga pelaku, Serda JR, yang ditemukan dalam keadaan mabuk.

Berita terkait