Tsunami Selat Sunda: Korban kini 430 tewas, sementara Krakatau masih status waspada

Kehancuran di desa Sumber Jaya di Kecamatan Sumur. Di kecamatan ini masih ada desa yang belum tersentuh tim darurat. Hak atas foto ADEK BERRY/AFP/Getty Images)
Image caption Kehancuran di desa Sumber Jaya di Kecamatan Sumur. Di kecamatan ini masih ada desa yang belum tersentuh tim darurat.

Hingga Rabu (26/12) dipastikan setidaknya 430 orang tewas dan masih ada daerah yang terjangkau, khususnya di Kecamatan Sumur, Pandeglang, dan di Lampung Selatan.

"Anak Krakatau terus aktif dengan letusannya, dan statusnya waspada tingkat dua. Dan radius 2km dari puncak ditetapkan sebagai daerah berbahaya, tidak boleh ada aktivitas apa pun," kata Sutopo Purwo Nugrhoho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam jumpa pers terbaru.

"Sementara di sekitar pantai, warga tidak boleh melakukan kegiatan dalam jarak antara 500 meter hingga 1km dari pantai, untuk mengantisipasi terjadinya lagi tsunami," lanjut Sutopo.

Saat ini, operasi SAR difokuskan di kecamatan Sumur, sekitar Taman Nasional Ujung Kulon, menggunakan jalur darat, jalur laut dengan beberapa KRI, dan jalur udara dengan 11 helikopter."

Yang utama adalah jalur helikopter sekarang ini, katanya. Karena lewat jalur darat, masih terdapat banyak kesulitan, khususnya jalanan yang masih sulit diakses karena sejumlah jembatan yang putus.

Helikopter-helikopter itu dikerahkan untuk mengirim bantuan ke setidaknya tujuh desa di Kecamatan Sumur, selain melakukan penyelamatan bagi yang membutuhkan.

Ada juga kesulitan lain, khususnya karena munculnya berbagai desas-desus, kata Sutopo.

"Sehingga warga ketakutan, sampai berlarian menyelamatkan diri, termasuk petugas, karena ada desas-desus tentang terjadinya tsunami susulan," kata Sutopo.

Hak atas foto Eko Siswono Toyudho/Anadolu Agency/Getty Image
Image caption Tim gabungan mengangkut jenazah yang ditemukan di laut sekitar Tanjung Lesung, 25 December kemarin..

Sutopo menjelaskan, tim gabungan juga terus melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi.

"Ada jenazah yang ditemukan di laut, karena mereka terbawa hanyut oleh gelombang," kata Sutopo dalam jumpa pers di Hari Natal di kantor BNPB, Jakarta.

Jenazah-jenazah di laut itu ditemukan oleh beberapa kapal angkatan laut yang dikerahkan di sekitar Selat Sunda.

Para korban tersebar di 5 kabupaten, Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

"Kalau dilihat dari tingkat kerusakan, Pandeglang paling parah, dengan 290 orang meninggal dunia," kata Sutopo.

Ia menyebutkan, BNPB juga mencatat 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.802 orang yang mengungsi di berbagai daerah.

Berita terkait