Harga tiket domestik melangit, warga Aceh 'gunakan paspor' saat terbang keluar kota

Pesawat Hak atas foto AFP
Image caption Tiket pesawat rute domestik dari Aceh melambung sejak beberapa pekan terakhir.

Harga tiket pesawat rute domestik yang lebih mahal dibandingkan perjalanan udara via luar negeri memaksa sejumlah warga Aceh menggunakan paspor saat hendak terbang keluar kota.

Fenomena itu dirasakan sejumlah warga Aceh, salah satunya Safaruddin. Ia berencana menggunakan moda pesawat terbang ketika pergi ke Malang, Jawa Timur, Februari mendatang.

Safaruddin berkata, perjalanan udara yang mengharuskannya transit ke Kuala Lumpur lebih rendah ketimbang tiket langsung dari Banda Aceh menuju bandara terdekat dengan Malang, yakni Surabaya.

"Keluarga kami semuanya enam orang, jika tiket satu orang Rp4 juta, maka totalnya 24 juta rupiah," ujarnya kepada wartawan di Aceh, Hidayatullah, Sabtu (12/01), yang melaporkan untuk BBC News Indonesia

"Jadi untuk pergi ke dalam negeri sendiri, saya terpaksa membuat paspor dan transit di Malaysia, baru ke tempat tujuan. Dengan cara itu harga tiket Rp1 juta per orang," katanya menambahkan.

Menurut Safaruddin, harga tiket pesawat domestik tidak wajar, termasuk yang dijual maskapai milik perusahaan milik negara.

"Pesawat BUMN harganya di atas langit, seharusnya lebih murah, jangan demi keuntungan semata," ucapnya.

Hak atas foto Anadolu Agency/GETTY IMAGES
Image caption Sejak harga pesawat rute domestik via kota di luar negeri lebih murah ketimbang penerbangan langsung, permohonan pembuatan paspor di Aceh meningkat tajam.

Merujuk sejumlah situs penjualan tiket online, harga karcis pesawat dari Banda Aceh ke sejumlah kota di dalam negeri memang lebih tinggi dibandingkan rute serupa tapi dengan satu titik transit di Kuala Lumpur.

Harga termurah untuk rute langsung Banda Aceh-Jakarta pada 15 Januari mendatang misalnya, ada pada kisaran Rp1,8 juta per orang.

Sementara jika penumpang mengambil rute Banda Aceh-Kuala Lumpur-Jakarta, mereka bisa mendapat tiket dengan harga di bawah Rp1 juta.

Perbandingan yang sama juga terjadi untuk perjalanan dari Banda Aceh menuju Surabaya. Untuk 15 Januari 2019 misalnya, tiket dengan transit di Kuala Lumpur adalah yang terendah, di harga Rp948 ribu.

Sementara tiket pesawat termurah untuk Banda Aceh-Surabaya tanpa transit di luar negeri dijual sekitar Rp2,7 juta.

Hak atas foto AFP
Image caption Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji menyelidiki harga tiket pesawat yang dianggap sejumlah pihak tidak wajar.

Situasi ini membuat permohonan pembuatan paspor di Banda Aceh melonjak sejak Desember lalu.

Pada dua pekan pertama Januari ini, kantor Imigrasi Banda Aceh mengeluarkan 200 paspor setiap hari, padahal sebelumnya hanya 50 paspor perhari.

"Ketika ditanya, kebanyakan dari pembuat paspor bertujuan ke Jakarta. Karena harga tiket pesawat terlalu mahal, mereka terbang ke Malaysia dulu sebagai negara transit, baru setelah itu menuju Jakarta," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kota Banda Aceh, Muhammad Hatta.

Di sisi lain, kata Surkani, Manager Operasional Angkasa Pura Aceh, saat ini jumlah penumpang dan penerbangan domestik dari Banda Aceh menurun drastis.

"Pergerakan pesawat minus 21% dan jumlah penumpang minus 30%. Sedangkan dari Banda Aceh ke luar negeri naik 52%, dengan jumlah penumpang meningkat sampai 40%," ujarnya.

Kepada wartawan di Jakarta, Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi berjanji menyelidiki situasi harga pesawat yang dianggap tidak normal tersebut. Ia mengklaim telah mendengar keluhan dari pengguna jasa pesawat di Aceh.

"Nanti di cek, karena waktu pertama kali saya ada petisi itu ternyata ada kelompok tertentu, yang secara khusus mengangkat ini. Secara proporsional nggak begitu sebenarnya," tutur Budi.

Topik terkait

Berita terkait