Gempa 6,9 skala Richter timbulkan kepanikan di Banggai, Sulawesi Tengah

Warga Banggai berhamburan keluar saat gempa mengguncang. Hak atas foto ANTARA
Image caption Warga Banggai berhamburan keluar saat gempa mengguncang.

Gempa berkekuatan 6,9 pada skala Richter mengguncang Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah dan sempat menimbulkan kepanikan warga.

Dari Kota Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai, wartawan Irwan Kurniawan Basir, melaporkan warga berlarian menuju pegunungan kawasan Hanga-hanga dan Tontowan.

"Sebagian warga sudah mengungsi, sebagian dari Kota Luwuk," katanya kepada BBC News Indonesia.

"Tapi kemudian saya kroscek ke lautnya, dapat saya laporkan air lautnya hanya kecil sampai di pesisir pantai saja," ujar Irwan.

Hal senada diutarakan wartawan di Kota Luwuk, Ruslan Sangaji.

"Warga panik, ada yang menangis, semua yang di pinggir pantai berlarian. Mereka teriak-teriak, lari ke arah perbukitan. Saya dan teman-teman membantu mengarahkan warga agar geser ke arah perbukitan," papar Ruslan.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Kepanikan warga saat gempa mengguncang Banggai

Baik Ruslan maupun Irwan mengatakan belum menemukan kerusakan infrastruktur di Kota Luwuk.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi , Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi 98 km sebelah barat daya Banggai Kepulauan, pada kedalaman 10 Kilometer di bawah laut.

Hak atas foto MIcrosoft

Setelah gempa tersebut, terjadi gempa lainnya bermagnitudo 5,0 dan 5,2 pada skala Richter masing-masing pukul 19.03 WIB dan pukul 19.12 WIB.

Pada pukul 19.47 WIB, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bermagnitudo 6,9 pada skala Richter, telah berakhir.

Hak atas foto ANTARA
Image caption Pasien di rumah sakit Banggai harus dibawa keluar saat gempa terjadi.


Gempa, menurut BMKG, dirasakan di Poso, Buol, Morowali, Banggai, Palu, Kolaka Utara, dan Toli-toli.

Getaran juga bahkan terasa di Gorontalo dan Kendari serta Manado, Pinrang, Konawe dan Makassar.

Erna Dwi Lidiawati, wartawan di Kota Palu, mengatakan gempa terasa di kota tersebut. "Keras guncangannya," cetusnya.

Sementara itu, Rohani Parianda, warga Toraja Utara, mengatakan "gempa lama, terasa kuat sekali sampai lampu bergetar."

Topik terkait

Berita terkait