Quick count pilpres 2019: Joko Widodo sementara unggul atas Prabowo Subianto

Capres petahana Joko Widodo dan Prabowo Subianto
Image caption Capres petahana Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Inilah rangkuman quick count, penghitungan suara cepat,sejauh ini untuk pemilihan presiden 2019.

Hasil Quick Count Presidensial

Terakhir diperbaharui pada 18 April 2019 18:51:53

Pasangan Joko Widodo
dan Ma'aruf Amin
Perolehan suara:
54.43%
Pasangan Prabowo Subianto
dan Sandiaga Uno
Perolehan suara:
45.57%

Sampel masuk: 99.95%

Sumber: Litbang Kompas (via kompas.id)

Gambaran penghitungan suara cepat dari waktu ke waktu?

Perkembangan Quick Count Presidensial Real Time

Terakhir diperbaharui pada 18 April 2019 18:51:53

Joko Widodo - Ma'aruf Amin 54.43%
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 45.57%
Tidak Memilih %

Sumber: Litbang Kompas (via kompas.id)

KPU umumkan real count pada 22 Mei

Quick count pilpres diumumkan sejumlah lembaga survei dan hasil sementara menunjukkan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Komisi Pemilihan Umum, KPU, sendiri akan mengumumkan secara resmi real count pada 22 Mei setelah metode penghitungan berjenjang.

Tingkat partisipasi pemilih tahun ini mencapai lebih dari 80% meningkat dari 70% pada pemilu 2014.

Pemungutan suara dengan warga Indonesia yang memiliki hak pilih berjumlah sekitar 193 juta dilaksanakan di 809.500 tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS melayani sekitar 200 hingga 300 orang pada saat hari pencoblosan, Rabu (17/04).

Jumlah pemilih di dalam negeri, menurut ketua Komisi Pemilihan Umum per tanggal 8 April lalu, mencapai 192.866.254, termasuk 2.086.285 pemilih di luar negeri. Bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri, pemilihan umum berlangsung tanggal 8 -14 April.

Jumlah mereka yang punya hak pilih pada 2019 sekitar 193 juta, lebih banyak 2,4 juta orang dibandingkan pemilihan umum 2014.

Hasil Pemilu Presiden 2014

2014

    Aceh

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    45.61%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    54.39%

    Bali

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    71.42%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    28.58%

    Bangka-Belitung

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    67.26%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    32.74%

    Banten

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    42.90%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    57.10%

    Bengkulu

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    54.73%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    45.27%

    Gorontalo

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    36.90%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    63.10%

    Irian Jaya Barat

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    67.63%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    32.37%

    Jakarta Raya

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    53.08%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    46.92%

    Jambi

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    50.75%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    49.25%

    Jawa Barat

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    40.22%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    59.78%

    Jawa Tengah

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    66.65%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    33.35%

    Jawa Timur

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    53.17%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    46.83%

    Kalimantan Barat

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    60.38%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    39.62%

    Kalimantan Selatan

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    49.95%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    50.05%

    Kalimantan Tengah

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    59.79%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    40.21%

    Kalimantan Timur

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    63.38%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    36.62%

    Kalimantan Timur

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    63.38%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    36.62%

    Kepulauan Riau

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    59.63%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    40.37%

    Lampung

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    53.07%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    46.93%

    Maluku Utara

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    45.55%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    54.45%

    Maluku

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    50.52%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    49.48%

    Nusa Tenggara Barat

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    27.55%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    72.45%

    Nusa Tenggara Timur

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    65.92%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    34.08%

    Papua

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    72.49%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    27.51%

    Riau

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    49.88%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    50.12%

    Sulawesi Barat

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    71.43%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    28.57%

    Sulawesi Selatan

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    54.83%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    45.17%

    Sulawesi Tengah

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    54.90%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    45.10%

    Sulawesi Tenggara

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    73.37%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    26.63%

    Sulawesi Utara

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    53.88%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    46.12%

    Sumatera Barat

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    23.08%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    76.92%

    Sumatera Selatan

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    48.74%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    51.26%

    Sumatera Utara

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    55.24%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    44.76%

    Yogyakarta

    Pasangan Joko Widodo
    dan Jusuf Kalla
    Perolehan suara
    55.81%
    Pasangan Prabowo Subianto
    dan Hatta Rajasa
    Perolehan suara
    44.19%

* Pada 2014 Kalimantan Utara adalah bagian dari Kalimantan Timur.

Sumber: KPU

Pada pemilu tahun 2014, jumlah TPS sekitar 500.000 dan setiap TPS melayani sekitar 400 pemilih.

Pada Juli, 2014, KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak Pemilu Presiden 2014.

Saat itu, Joko Widodo dan Jusuf Kalla memperoleh 70.997.85 suara atau 53,15%, selisih 8.421.389 suara dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang meraih 62.576.444 suara atau 46,85%.

Pada Rabu (17/04), Indonesia menjalankan lima pemilihan umum secara bersamaan yaitu pemilihan presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Setiap pemilih akan mendapat lima surat suara dengan warna berbeda.

Pada pemilu legislatif, sebanyak 575 orang anggota legislatif akan dipilih dari 16 partai peserta pemilu.

Pengamat: 'Jangan saling mengklaim telah menang'

Titi Anggraini, direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), mengatakan mestinya kedua capres tidak buru-buru mengeluarkan klaim kemenangan.

"Kedua capres seharusnya mengajak seluruh pendukung untuk mengawasi proses yang sedang berlangsung, hingga pada saatnya nanti (yaitu) rekapitulasi dan penetapan hasil di tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum," ujar Titi.

"Pernyataan bahwa 'saya sudah menang' atau 'saya sudah menjadi presiden' itu harus dihindari," katanya.

Sri Budi Eko Wardani, pengamat politik Universitas Indonesia, mengatakan mungkin ada situasi yang membuat Prabowo berbicara bahwa ia dan Sandi meraih setidaknya 60% suara.

"Harus dicermati pula, mungkin ini adalah keberlanjutan dari pernyataan yang disampaikan saat kampanye, misalnya tentang potensi kecurangan, tentang mereka yang tidak diuntungkan," kata pengamat yang biasa disapa Dani tersebut.

"Itu jargon yang disampaikan ... kita berharap pernyataan sudah menang tidak akan memicu gesekan baru di tingkat bawah," kata Dani.

Ia meminta dalam situasi saling klaim dan sejumlah lembaga mengeluarkan hasil quick count, KPU harus tampil, menyampaikan kepada rakyat di mana tahapan penghitungan resmi berada.

"Pernyataan bahwa hasil akan diumumkan pada 22 Mei saya kira tidak cukup," katanya.

Hamdi Muluk, Pengamat psikologi politik Universitas Indonesia, mengatakan klaim kemenangan bisa berdampak terhadap sikap para pendukung di tingkat akar rumput.

"Klaim menang (dari kubu Prabowo) bisa punya dampak ke bawah, para pengikutnya percaya bahwa mereka menang. Nanti, kalau misalnya KPU mengatakan bahwa Prabowo kalah, nanti berkembang narasi KPU curang," kata Hamdi.

"Ini berbahaya. Lebih baik serukan untuk menunggu hasil resmi dari KPU," katanya.

Berita terkait